JAKARTA – Penahanan salah satu pimpinan Huawei Meng Wanzhou oleh Amerika Serikat (AS) mendorong beberapa perusahaan dan organisasi untuk menyerukan boikot produk dari perusahaan AS, seperti Apple.
Beberapa organisasi di China telah mengeluarkan pemberitahuan untuk mendesak anggota staf untuk menunjukan dukungan mereka kepada Huawei. Siapa pun yang tertangkap menggunakan produk Apple, diancam akan diberi hukuman.
“AS bertujuan untuk menahan kenaikan China, saya percaya kita orang-orang China harus bersatu dan mendukung produk nasional kita,” ujar Chamber of Commerce Nanchong di Shanghai, dilansir dari CNN, Rabu (12/12/2018).
Baca Juga: Penangkapan Putri Pendiri Huawei Ancam Pendapatan Perusahaan
Penangkapan Meng memunculkan kemarahan warga China yang merasa negaranya dihina.
"Memperlakukan warga China sebagai kriminal berat dan merendahkan martabatnya, apakah ini metode sebuah negara beradab? Bagaimana mungkin hal ini tak membuat orang marah?” tulis editorial di People’s Daily.
Sementara itu, Direktur Pusat Universitas China di Oxford Rana Mitter mengatakan kepada CNN bahwa boikot teradap barang-barang AS tersebut adalah awal dari pola yang sering terlihat di China selama tiga dekade terakhir.
“Hal-hal ini biasanya tidak meningkat ke tingkat yang lebih besar jika tidak ada tingkat izin resmi untuk melanjutkan, seperti demonstrasi Jepang pada tahun 2012,” kata Rana.
Sejauh ini belum ada perusahaan besar atau departemen pemerintah ambil bagian dalam aksi boikot apple, tetapi sejumlah perusahaan kecil dan beberapa organisai antusias dengan aksi tersebut.
Baca Juga: China Minta Kanada Bebaskan Bos Huawei, Begini Dalihnya
Menpad, pemasok suku cadang elektronik di Shenzhen mengatakan bahwa ia akan memberikan subsidi 15% kepada karyawan yang membeli ponsel dari perusahaan China Huawei dan ZTE (ZTCOF).
Namun, beberapa perusahaan lain juga membatasi diri untuk hanya mendukung Huawei tanpa menyebutkan boikot Apple, seperti Xinjian Nor-West Star Information Technology.
(Feby Novalius)