"Memperlakukan warga China sebagai kriminal berat dan merendahkan martabatnya, apakah ini metode sebuah negara beradab? Bagaimana mungkin hal ini tak membuat orang marah?” tulis editorial di People’s Daily.
Sementara itu, Direktur Pusat Universitas China di Oxford Rana Mitter mengatakan kepada CNN bahwa boikot teradap barang-barang AS tersebut adalah awal dari pola yang sering terlihat di China selama tiga dekade terakhir.
“Hal-hal ini biasanya tidak meningkat ke tingkat yang lebih besar jika tidak ada tingkat izin resmi untuk melanjutkan, seperti demonstrasi Jepang pada tahun 2012,” kata Rana.
Sejauh ini belum ada perusahaan besar atau departemen pemerintah ambil bagian dalam aksi boikot apple, tetapi sejumlah perusahaan kecil dan beberapa organisai antusias dengan aksi tersebut.