Bayar Utang, Chandra Asri Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar

, Jurnalis
Senin 17 Desember 2018 11:44 WIB
Ilustrasi: Foto Shutterstock
Share :

JAKARTA - Lunasi utang obligasi yang bakal jatuh tempo, PT Chandra Asri Tbk (TPIA) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan II Chandra Asri Petrochemical tahap I tahun 2018 dengan nilai pokok obligasi sebesar Rp500 miliar.

Penerbitan obligasi itu tanpa warkat dengan durasi jatuh tempo setelah tiga tahun dengan tingkat bunga tetap sebesar 10%. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Senin (17/12/2018).

Pembayaran bunga obligasi tahap pertama akan dilaksanakan perseroan pada 19 Maret 2019, sedangkan pembayaran bunga terakhir akan dilakukan pada 19 Desember 2021.

 Baca Juga: Danai Pelunasan Utang, Chandra Asri Rilis Obligasi Rp500 Miliar

Pelunasan obligasi secara penuh akan dilakukan pada saat jatuh tempo. Obligasi tersebut telah mengantongi hasil pemeringkatan atas surat utang jangka panjang dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yaitu AA- (double A minus).

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi yaitu PT BCA Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, dan PT Mandiri Sekuritas.

Adapun, entitas anak PT Barito Pacific Tbk. tersebut akan menggunakan seluruh dana dari obligasi berkelanjutan II Chandra Asri Petrochemical tahap I tahun 2018 untuk beberapa keperluan. Pertama,sebesar 80% akan digunakan untuk melunasi pokok utang berdasarkan Facility Agreement senilai USD220 juta Single Curency Term Facility tanggal 29 September 2012. Pembayaran atas utang tersebut diperkirakan pada 29 Maret 2019.

 Baca Juga: Tertekan Harga Minyak Dunia, Laba Chandra Asri Turun 33,7%

Kedua,sekitar 20% akan digunakan perseroan untuk mendanai sebagian belanja modal. Perseroan berencana meningkatkan kapasitas produksi melalui pembelian mesin pabrik methyl tert butyl ether (MTBE) dan Butene-1 baru. Kata Investor Relation Chandra Asri Petrochemical.

Harry Tamin menyampaikan perseroan memprediksi akan menggelontorkan USD130,5 juta untuk pembelian mesin tersebut. Adapun, pabrik MTBE itu ditargetkan dapat beroperasi pada kuartal 2020.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya