JAKARTA - Pemerintah akhirnya berhasil menguasai saham mayoritas dari PT Freeport Indonesia (PTFI). Hal tersebut menyusul berhasilnya PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk membeli 51% saham PT Freeport Indonesia.
Atas keberhasilan tersebut, masyarakat Indonesia khususnya Papua pun menaruh harapan besar kepada pemerintah. Pasalnya, kesuksesan ini membuat Pemerintah Daerah Papua dapat jatah 10% saham PTFI.
Pengamat Energi dan Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmi Radhi mengatakan, keberhasilan Inalum untuk mencaplok 51% saham Freeport menimbulkan harapan baru. Pasalnya, negara bisa mendapatkan manfaat yang lebih yang berasal dari deviden.
Selama ini sendiri saham pemerintah di PTFI hanya kebagian jatah sekitar 9,3% saja. Bahkan seringkali deviden tersebut ditahan oleh perseroan dengan alasan untuk kegiatan operasional.
"Kepemilikan 51% saham Freeport maka dividen yang diperoleh kan bisa lebih besar dari sebelumnya yang hanya 9,3%. Kalau saya menghitung itu deviden yang diperoleh itu tergantung.Kalau tahun 2015 itu USD4,2 miliar, artinya kalau 51% dengan asumsi tidak ada laba ditahan maka Inalum akan mendapatkan sekitar USD2,8 miliar," ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (1/1/2019).
Menurut Fahmi, sejumlah uang tersebut nantinya bisa dimanfaatkan untuk beberapa hal. Pemanfaatan tersebut tentunya tergantung bagaimana Inalum dalam hal ini menentukan arah kebijakannya pasca mendapatkan deviden.