Adapun volume izin ekspor yang diajukan pada tahun ini lebih rendah dari permintaan tahun lalu yang sebesar 450 ribu ton. Kendati demikian, Rachmat mengaku realisasi ekspor tahun lalu tidak mencapai dari target.
Dia menjelaskan, turunnya target tahun ini dan realisasi 2018 yang tidak tercapai karena perusahaan tengah membuat perencanaan agar penambangan lebih efisien.
"Kita ada reschedule mining saja, perencanaannya penambangannya kita buat biar lebih efisien. Kalau produksinya (di 2018) kurang, jadi memang ekspornya kurang," kata dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)