Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Newmont Ganti Nama Jadi Amman Mineral Nusa Tenggara

Widi Agustian , Jurnalis-Kamis, 03 November 2016 |12:41 WIB
Newmont Ganti Nama Jadi Amman Mineral Nusa Tenggara
Ilustrasi : Okezone
A
A
A

JAKARTA – PT Medco Energi International Tbk (MEDC) telah menuntaskan akuisisi atas PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Dengan demikian, Newmont telah resmi menjadi perusahaan nasional.

Dengan selesainya proses transaksi tersebut, pemilik saham Newmont dan aset-aset terkait lainnya kini sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan nasional, yakni PT Amman Mineral Internasional (AMI) yang menguasai 82,2% kepemilikan saham dan PT Pukuafu Indah (PTPI) sebagai pemegang saham sebanyak 17,8%.

AMI adalah perusahaan Indonesia yang pemegang sahamnya adalah AP Investment dan Medco Energi. Dalam proses transaksi pembelian saham NNT ini, AMI didukung oleh sebuah konsorsium perbankan Indonesia dan internasional.

“Sebagai perusahaan nasional, NNT akan berganti nama menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT),” kata Presiden Direktur NNT Rachmat Makkasau, yang ditunjuk kembali oleh pemegang saham baru menjadi Presiden Direktur AMNT, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/11/2016).

Kepemilikan AMNT oleh AMI merupakan langkah maju bagi bangsa Indonesia dan AMNT berkomitmen untuk terus meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam Indonesia demi keberhasilan pembangunan negara.

“Dengan pengetahuan dan keahlian yang kami miliki sebagai perusahaan tambang nasional dengan reputasi yang baik, kami optimistis bahwa AMNT akan tetap menjadi pemimpin dalam industri pertambangan melalui penerapan teknologi terkini dan praktek penambangan berwawasan kelestarian lingkungan serta operasi yang berkelanjutan,” kata dia.

(Raisa Adila)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement