Kenaikan Harga Tiket Pesawat dan Bagasi Jadi Bumerang bagi Maskapai

Giri Hartomo, Jurnalis
Jum'at 25 Januari 2019 17:03 WIB
Ilustrasi: Shutterstock
Share :

JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) buka suara terkait kenaikan harga tiket pesawat dan penghapusan layanan bagasi gratis yang tengah ramai diperbincangkan belakangan. Wacana tersebut dinilai menjadi bumerang bagi maskapai.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, adanya kebijakan tersebut para maskapai bisa ditinggal pelanggannya. Sebab, harga semakin melonjak para penumpang bisa berpindah ke moda transportasi lain.

Baca Juga: Garuda Sudah Turunkan Harga Tiket Pesawat di Sejumlah Rute

"Ini bisa jadi bumerang bagi maskapai dan pemerintah. Banyak penerbangan yang dibatalkan karena sepi penumpang. Pemerintah harus mengatur ulang mengenai hal ini," ujarnya di Kantor YLKI, Jakarta, Jumat (25/1/2019).

Selain berefek pada maskapai, kenaikan tiket pesawat juga akan memberatkan konsumen. Apalagi kenaikannya dilakukan secara sekaligus dan bersamaan.

Seharusnya lanjut Tulis, kenaikan tiket pesawat dilakukan bertahap. Sehingga masyarakat bisa menerima dan terbiasa atas tarif pesawat.

"Kesalahan maskapai terlalu lama memberi diskon dan subsidi (ke konsumen). Kami minta menunda bagasi berbayar atau menerapkan tarif lebih murah dari sekarang," jelasnya.

Baca Juga: Dirut Garuda Klaim Sudah Turunkan Harga Tiket hingga 70% di Low Season

Sebagai informasi, Lion dan Wings Air menghapus layanan bagasi gratis bagi penumpang rute domestiknya mulai 22 Januari 2019. Dengan begitu, konsumen hanya digratiskan membawa bagasi seberat 7 kilogram.

Rencana kedua maskapai itu pun akan diikuti oleh Citilink. Namun, Citilink belum menentukan kapan peraturan bagasi berbayar itu kapan akan diterapkan

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya