Apakah Sekarang Waktu yang Tepat untuk Membeli Saham?

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Senin 28 Januari 2019 15:13 WIB
Ilustrasi: Shutterstock
Share :

Dalam sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2014, dua peneliti Jepang menggunakan teknik penambangan teks (text-mining) untuk menganalisis nuansa artikel surat kabar antara tahun 1986 hingga 2010.

Mereka menemukan optimisme yang meningkat pada paruh pertama tahun kalender, menghasilkan pesimisme di babak kedua. Asal usul siklus suasana musiman ini mungkin terletak pada musim itu sendiri.

Beberapa ekonom berpendapat bahwa suhu yang berfluktuasi, panjang hari dan tingkat sinar matahari sepanjang tahun dapat mempengaruhi perilaku investor sehingga menggerakkan pasar.

Lisa Kramer adalah seorang profesor keuangan di University of Toronto yang mempelajari perilaku manusia dan investasi. Dia menemukan bahwa memang ada bukti efek musiman pada kebiasaan orang berinvestasi. Dia menunjuk ke gangguan afektif musiman (Seasonal Affective Disorder, SAD) dan bagaimana musim dingin yang panjang, dingin dan gelap dapat membuat orang kurang optimistis akan berinvestasi.

Baca Juga: EBA-SP Ritel, Alternatif Investasi di Pasar Modal

"Orang-orang tidak sering menyadari bahwa suasana hati mereka dapat berperan dalam hal ini, tetapi bukti terus mengalir," katanya.

Sebuah studi sebelumnya pada 2003 oleh penulis AS dan Kanada yang sama yang mengidentifikasi perilaku investasi musiman juga menghubungkan preferensi musiman untuk berbagai jenis investasi dengan SAD.

Setelah membandingkan data indeks pasar saham dari negara-negara di berbagai koordinat lintang, para peneliti menemukan apa yang disebut "efek SAD" dalam siklus musiman pengembalian saham yang "signifikan dan substansial".

Tingkat pengembalian berada pada titik terendah pada bulan September, naik sepanjang musim gugur dan memuncak tepat setelah titik balik matahari musim dingin (akhir Desember) sebelum jatuh lagi dan mendatar selama musim semi dan musim panas. Hasil di belahan bumi selatan (Australia, Selandia Baru dan Afrika Selatan) menunjukkan enam bulan keluar dari fase belahan bumi utara, mencerminkan musim-musim yang ada.

Yang terpenting, semakin dekat negara ke kutub dan semakin pendek hari-hari musim dingin mereka, semakin jelas efek SAD musim dingin. "Ini membantu kita memahami mengapa pasar bisa begitu fluktuatif," kata Kramer. "Ini membantu kita untuk tidak mengambil keputusan [yang digerakkan oleh emosi] kita."

Tetap saja, menjadi berhati-hati tidak selalu merupakan hal yang baik ketika berinvestasi. Investasi yang stabil seperti obligasi pemerintah biasanya menghasilkan pengembalian yang lebih rendah dalam jangka panjang daripada saham berisiko dengan potensi pengembalian yang lebih tinggi, dan terlalu berhati-hati sebenarnya dapat membuat orang mengambil risiko yang lebih besar untuk menghindari kerugian.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya