Data laporan keuangan September 2018, menunjukkan kas dan setara kas perusahaan mencapai USD10,49 juta, berkurang dari akhir Desember 2017 sebesar USD14,31 juta. Pendapatan per September 2018 naik manjadiUSD46,84 juta dari sebelumnya USD31,87 juta, sementaralaba bersih periode berjalan naik menjadi USD12,09 juta dari periode yang sama tahun 2017 sebesar USD1,36 juta.
Tahun ini, emiten pelayaran ini membidik kenaikan pendapatan mencapai 20%—25% dengan mengandalkan kontrak-kontrak yang telah dibukukan perseroan hingga beberapa tahun ke depan.
Direktur Komersial dan Operasi Pelita Samudera Shipping, Harry Chan pernah bilang, pada tahun ini perseroan tetap akan melakukan investasi meski harga batu bara melemah. Saat ini, 80% dari kontrak yang telah digenggam perseroan, pengerjaannya berjalan hingga 2020.
”Target pendapatan itu kami proyeksikan dari kontrak-kontrak kami yang sudah kami punya. Pada 2019, kebutuhan kapal dan armada untuk pasar domestik akan terus meningkat seiring pemerintah mengembangkan pabrik-pabrik hilirisasi. Dengan penambahan 2 armada, kami optimistis target pendapatan bisa tercapai,” ungkap Harry.
Saat ini, perseroan telah membukukan utilisasi armada sebesar 98%. Dengan penambahan masing-masing satu kapal induk dan kapal tunda, perseroan akan mampu memenuhi potensi permintaan di masa yang akan datang. Apalagi, perseroan juga melihat peluang-peluang bisnis lain, seperti pertumbuhan industri smelter yang cukup masif di Sulawesi Selatan yang membutuhkan sarana logistik.
(Widi Agustian)