nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendapatan Pelita Samudera Capai USD17,7 Juta di Kuartal I-2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 01 Mei 2019 16:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 01 278 2050241 pendapatan-pelita-samudera-capai-usd17-7-juta-di-kuartal-i-2019-0VMknx9IW1.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) mengumumkan laporan keuangan yang belum diaudit di Kuartal I 2019. Pendapatan bersih kuartal I 2019 mencapai USD17,7 juta, yang mencerminkan kenaikan sekitar 9% dari sekitar USD16,2 juta di kuartal I 2018.

Kenaikan pendapatan di kuartal I 2019 sangat memuaskan di tengah turunnya harga batubara di bandingkan dengan kuartal yang sama di tahun 2018.

Corporate Secretary PT Pelita Samudera Shipping Tbk, Imelda Agustina Kiagoes mengatakan bahwa, Perseroan memulai lini bisnis baru di kapal cargo curah (Mother Vessel) di akhir kuartal I 2018. Segmen MV telah berkontribusi sebesar 250.000 metrik ton dari total volume keseluruhan sebesar 7,8juta metrik ton di kuartal I 2019.

"Total kapasitas pengangkutan MV di kuartal I 2019 sebesar 174.600 DWT dibandingkan 31,000 DWT dari kuartal I 2018, yang melakukan pengangkutan batubara dan juga bijih nikel. Perseroan baru saja menyelesaikan transaksi pembelian kapal MV kelas handysize sehingga sampai saat ini total kapal kargo curah yang dimiliki sebanyak 5 MV, dimana 3 MV baru mulai beroperasi di kuartal I 2019," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/5/2019).

Baca Juga: Pelita Samudera Shipping Kantongi Kontrak Baru USD39,4 Juta

Dia menuturkan, tarif pelanggan mengalami kenaikan untuk segmen kapal tunda dan tongkang serta Floating Loading Facility (FLF) yang berkontribusi terhadap naiknya pendapatan di kuartal I/2019 sebesar 9%, namun marjin laba bruto mengalami penurunan sebesar 8%.

"Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan bakar, upah crew kapal serta depresiasi kapal yang sejalan dengan penambahan aset kapal sebagai bagian dari program ekspansi armada," tutur dia..

Jumlah aset, lanjut dia, yang tidak lancar mengalami kenaikan sekitar 24% dari 31 Desember 2018 yang dikontribusikan dari pembelian 2 kapal MV kelas Supramax yang telah mulai beroperasi di kuartal I 2019. Jumlah liabilitas juga mengalami peningkatan sekitar 33% dibandingkan Desember 2018 karena adanya penarikan pinjaman jangka pendek sebesar USD5juta dari Citibank Indonesia dan utang lain-lain sebesar USD8,75 juta yang sebagian digunakan untuk pembelian 1 unit kapal MV kelas Supramax.

"Total aset mengalami kenaikan sekitar 13% dari USD110,11 juta di Desember 2018 menjadi USD124,96 di kuartal I 2019," jelasnya.

Baca Juga: Pemegang Saham Izinkan Pelita Samudera Cari Pinjaman USD21 Juta

Kapasitas keuangan yang solid untuk mempercepat pertumbuhan. Jumlah laba komprehensif mengalami penurunan sebesar 15% di kuartal I 2019 sebesar USD2,2juta dari USD2,6juta di kuartal I 2018 dengan adanya kenaikan beban pokok pendapatan di atas.

"Namun struktur modal Perseroan tetap terjaga dengan baik, ditunjukkan dari Rasio Gearing yang meningkat sebesar 2% ke 27% di kuartal I 2019 dari 29% di kuartal I 2018. Rasio hutang terhadap aset dan rasio hutang terhadap ekuitas juga lebih baik sebesar 0,23 dan 0,38 di kuartal I 2019 yang lebih rendah dari masing-masing 0,29 dan 0,48 di kuartal I 2018," ungkap dia.

Kapasitas keuangan tetap solid dimana ekspansi armada MV didanai dari kombinasi antara kas internal dan pendanaan bank. Selain volume pengangkutan batubara dari segmen kapal tunda dan tongkang maupun segmen FLF

"Segmen kapal MV sebagai bagian penyumbang pendapatan yang besar yang akan mempercepat laju pertumbuhan Perseroan di tahun 2019 dan tahun-tahun berikutnya," pungkasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini