Dia menuturkan, tarif pelanggan mengalami kenaikan untuk segmen kapal tunda dan tongkang serta Floating Loading Facility (FLF) yang berkontribusi terhadap naiknya pendapatan di kuartal I/2019 sebesar 9%, namun marjin laba bruto mengalami penurunan sebesar 8%.
"Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan bakar, upah crew kapal serta depresiasi kapal yang sejalan dengan penambahan aset kapal sebagai bagian dari program ekspansi armada," tutur dia..
Jumlah aset, lanjut dia, yang tidak lancar mengalami kenaikan sekitar 24% dari 31 Desember 2018 yang dikontribusikan dari pembelian 2 kapal MV kelas Supramax yang telah mulai beroperasi di kuartal I 2019. Jumlah liabilitas juga mengalami peningkatan sekitar 33% dibandingkan Desember 2018 karena adanya penarikan pinjaman jangka pendek sebesar USD5juta dari Citibank Indonesia dan utang lain-lain sebesar USD8,75 juta yang sebagian digunakan untuk pembelian 1 unit kapal MV kelas Supramax.
"Total aset mengalami kenaikan sekitar 13% dari USD110,11 juta di Desember 2018 menjadi USD124,96 di kuartal I 2019," jelasnya.
Baca Juga: Pemegang Saham Izinkan Pelita Samudera Cari Pinjaman USD21 Juta