nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelita Samudera Beli Kapal General Cargo USD10,5 Juta

Rabu 30 Januari 2019 11:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 30 278 2011280 pelita-samudera-beli-kapal-general-cargo-usd10-5-juta-0ivMlIBCQY.jpg (Foto: Okezone)

JAKARTA – Menunjang produktifitas bisnisnya, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) menambah armada perseroan dengan membeli kapal general cargo senilai USD10,50 juta atau sekitar Rp 147 miliar dari Newanda Navigation Company.

Perseroan menyebutkan, perjanjian jual beli itu ditandatangani pada 25 Januari 2019. Pihak yang menjual yakni Newanda Navigation Company Incorporated of Panama dengan jenis kapal yang dijual yakni general cargo dengan nama M14V Maritime Newanda buatantahun 2005, bulk carrier dengan kapasitas 30.882 grosstonnage(GT) atau 18.103 nett tonnage(NT).

Sekretaris Perusahaan Pelita Samudera, Imelda Agustina Kiagoes mengatakan, cara pembayaran yang ditempuh perseroan yakni dibayar pertama sebesar 10% dari nilai jual belidalam waktutiga hari kerja sejak perjanjian ditandatangani. Pembayaran kedua sebesar 90% dari nilai jual pada saat kapal diserahterimakan.

”Sumber pendanaan untuk beli aset, 100% menggunakan kas perseroan. Tujuan pembelian kapal ini untukmeningkatkan kinerja perusahaan dan menambah pendapatan usaha. Ini bukan transaksi afiliasi," kata Imelda dilansir dari Harian Neraca.

 Baca juga: Dirut Pelita Samudera Shipping Tambah Porsi Saham Jadi 3,05 Juta

Data laporan keuangan September 2018, menunjukkan kas dan setara kas perusahaan mencapai USD10,49 juta, berkurang dari akhir Desember 2017 sebesar USD14,31 juta. Pendapatan per September 2018 naik manjadiUSD46,84 juta dari sebelumnya USD31,87 juta, sementaralaba bersih periode berjalan naik menjadi USD12,09 juta dari periode yang sama tahun 2017 sebesar USD1,36 juta.

Tahun ini, emiten pelayaran ini membidik kenaikan pendapatan mencapai 20%—25% dengan mengandalkan kontrak-kontrak yang telah dibukukan perseroan hingga beberapa tahun ke depan.

Direktur Komersial dan Operasi Pelita Samudera Shipping, Harry Chan pernah bilang, pada tahun ini perseroan tetap akan melakukan investasi meski harga batu bara melemah. Saat ini, 80% dari kontrak yang telah digenggam perseroan, pengerjaannya berjalan hingga 2020.

”Target pendapatan itu kami proyeksikan dari kontrak-kontrak kami yang sudah kami punya. Pada 2019, kebutuhan kapal dan armada untuk pasar domestik akan terus meningkat seiring pemerintah mengembangkan pabrik-pabrik hilirisasi. Dengan penambahan 2 armada, kami optimistis target pendapatan bisa tercapai,” ungkap Harry.

Saat ini, perseroan telah membukukan utilisasi armada sebesar 98%. Dengan penambahan masing-masing satu kapal induk dan kapal tunda, perseroan akan mampu memenuhi potensi permintaan di masa yang akan datang. Apalagi, perseroan juga melihat peluang-peluang bisnis lain, seperti pertumbuhan industri smelter yang cukup masif di Sulawesi Selatan yang membutuhkan sarana logistik.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini