Keberanian Jokowi Ambil Freeport hingga Rupiah Menguat ke Rp13.900/USD

Giri Hartomo, Jurnalis
Minggu 03 Februari 2019 09:08 WIB
Tambang PT Freeport (Foto: Reuters)
Share :

Menko Luhut Sanjung Keberanian Presiden Jokowi: Lihat Freeport, Rokan dan Mahakam

Keberhasilan pemerintah mengambil alih saham PT Freeport Indonesia mendapatkan pujian dari berbagai pihak. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi semua pihak di wilayah Kementerian/Lembaga dan juga perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainya.

Namun Menteri Koordiantor bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut dibalik keberhasilan pemerintah untuk merebut 51% saham PT Freeport Indonesia adalah keberanian dari sosok Presiden Joko Widodo. Menurutnya, Presiden Jokowi mempunyai keberanian yang kuat untuk mengambil alih perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut kepangkuan ibu pertiwi, sehingga sieberat apapun cobaannya terus dicoba. 

Menuru Luhut, pengalamannya pindah-pindah jabatan di Kementerian dan Lembaga pemerintahaan, masalah Freeport akan selalu mendapatkan tekanan dari dalam maupun luar negeri. Sebab masalah terebut menyangkut hubungan kedua negara dan pertaruhannya adalah jabatannya sebagai pimpinan.

"Freeport itu paling banyak tekanan, saya sempat menjadi Kepala Staff Kepresidenan, menjaid Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pressure (Freeport itu keras)," ujarnya saat ditemui di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Namun lanjut Luhut, ketika itu Presiden Jokowi tatap ngotot dan tidak peduli akan tekanan tersebut dan tetap melanjutkan proses pengmabil alihan saham Freeport. Karena menurnty, pengambil alihan saham Freeport itu adalah demi kepentingan masyrakat Indonesia khusus Papua yang selama ini kekayaannya dikeruk.

"Tapi Presiden (Jokowi) bilang, sepanjang ini kepentingan nasional, kita maju terus, kita maju. Jadi kalau ada orang bilang Presiden Jokowi tidak berani, yang ngomongnya (yang) tidak berani. I am improve itu. Jadi anda enggak usah khawatir, kalau politik bilang begini ya kita lihat saja lah," tegasnya.

Tak hanya Freeport lanjut Luhut, Presiden Joko Widodo juga memutuskan untuk tidak memperpanjang beberapa blok migas yang sempat dikuasai asing. Sebut saja blok Rokan dan blok Mahakam yang akhirnya diambil alih oleh PT Pertamina (Persero).

"Kita beruntung ada satu Presiden yang namanya Joko Widodo yang saya kenal lebih dari 12 tahun yang berani membuat keputusan yang berani mendengar saran enak dan tidak enak. Berani bertanggung jawab dan betul-betul berfirki bottom linya simple. What ever cost is kita ambil, anda lihat Rokan anda lihat Freeport adna lihat Mahakam," jelasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya