Kiagus melanjutkan, frontliner merupakan entry window yang sejak awal berhubungan dan berinteraksi dengan calon nasabah atau nasabah, mulai dari penerimaan calon nasabah atau nasabah, pelayanan nasabah baru maupun pelayanan transaksi. Dalam hal adanya indikasi Transaksi Keuangan Mencurigakan, level frontliner akan menyampaikan secara bertahap hingga sesuai business process yang berlaku di masing‐masing bank.
Sementara itu untuk meningkatkan kompetensi SDM, Perbankan memiliki tantangan tersendiri karena saat ini ada 114 bank umum, di mana cabangnya tersebar di seluruh wilayah Indonesia, sehingga menimbulkan biaya yang besar untuk membangun kompetensi sumber daya manusianya.
Selain itu Frontliner bank juga cepat sekali terjadi perpindahan atau penggantian sehingga menimbulkan tantangan dan kendala tersendiri, oleh karena itu mutlak diperlukan pelatihan, pendidikan, maupun sosialisasi yang efektif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi informasi guna meningkatkan kompetensi di bidang APU PPT.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)