CHICAGO - Harga emas tergelincir ke level terendah dalam lima minggu pada perdagangan Selasa waktu AS. Hal ini disebabkan karena dolar naik ditopang data ekonomi yang lebih kuat dari perkirakan.
Selain itu, kenaikan imbal hasil keuangan AS dan ekuitas global bertahan di level tertinggi pada lima bulan.
Melansir Reuters, Rabu (6/3/2019), emas berjangka AS turun 0,2% menjadi USD1.284,7 per ounce. Spot gold turun 0,1% menjadi USD1,285.57 per ons pada.
Baca Juga: Dolar Semakin Perkasa dengan Positifnya Data Ekonomi AS
"Dengan perjanjian perdagangan AS-China yang tampaknya akan terjadi dan pelunakan negosiasi. Brexit tampaknya berkembang menjadi hal yang positif. Hal ini membuat orang-orang menjual emas dan mengubahnya menjadi ekuitas," kata Wakil Presiden Eksekutif Investasi Layanan Dillon Gage Metals Walter Pehowich.
Pada hari Jumat, emas turun di bawah USD1.300 per ons akibat dolar yang kuat. Emas telah merosot lebih dari 2%, karena pembicaraan perdagangan antara Beijing dan Washington dipercepat. Dengan laporan mengatakan kesepakatan dapat disegel pada pertemuan puncak sekitar 27 Maret.
Baca Juga: Turun Rp500, Emas Antam Dijual Rp656.000 per Gram
Pasar saham global berada di level tertinggi lima bulan setelah China menjamin langkah-langkah stimulus setelah menurunkan target pertumbuhannya.
Dolar AS berada di puncak dalam dua minggu, didukung oleh data yang kuat pada penjualan rumah baru dan industri jasa. Hal ini meredakan kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi AS.
Sementara itu, bank investasi Goldman Sachs menaikkan perkiraan harga emas 12 bulan menjadi USD1.450 per troy ounce dari USD1.425.
(Feby Novalius)