Pada hari Jumat, emas turun di bawah USD1.300 per ons akibat dolar yang kuat. Emas telah merosot lebih dari 2%, karena pembicaraan perdagangan antara Beijing dan Washington dipercepat. Dengan laporan mengatakan kesepakatan dapat disegel pada pertemuan puncak sekitar 27 Maret.
Baca Juga: Turun Rp500, Emas Antam Dijual Rp656.000 per Gram
Pasar saham global berada di level tertinggi lima bulan setelah China menjamin langkah-langkah stimulus setelah menurunkan target pertumbuhannya.
Dolar AS berada di puncak dalam dua minggu, didukung oleh data yang kuat pada penjualan rumah baru dan industri jasa. Hal ini meredakan kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi AS.
Sementara itu, bank investasi Goldman Sachs menaikkan perkiraan harga emas 12 bulan menjadi USD1.450 per troy ounce dari USD1.425.
(Feby Novalius)