Kontrak 2 Ruas Tol Trans Sumatera Diteken Pekan Depan

Giri Hartomo, Jurnalis
Jum'at 05 April 2019 18:45 WIB
Ilustrasi: Foto Okezone
Share :

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan segera membangun dua ruas tol Trans Sumatera. Kedua ruas tol yang akan dibangun yakni Simpang Indralaya-Muara Enim dan Muara Enim-Lubuk Linggau.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, penandatanganan kontrak kerja sama dua ruas tol itu sendiri akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Rencananya, Penandatanganan kontrak kerja sama ini akan dilakukan pada pekan depan.

"Ada dua ruas yang akan ditandatangani kontraknya pada 9 April, di antaranya Indralaya-Muara Enim dan Muara Enim-Lubuk Linggau," ujarnya di Kantor BPJT, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

 Baca Juga: Tarif Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Ditetapkan Rp900 per Km

Sebagai informasi, nantinya PT Hutama Karya akan ditunjuk sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mengelolan kedua ruas tol tersebut. Penunjukkan HK sebagai BUJT dilakukan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 100 Tahun 2014 yang kemudian diperbarui menjadi Perpres Nomor 117 Tahun 2015.

Dalam perpres tersebut pemerintah memberikan penugasan kepada HK untuk menggarap JTTS. Jalan Tol Trans Sumatera sendiri dirancang dengan panjang 2.770 kilometer.

Simpang Indralaya-Muara Enim dirancang sepanjang 88 kilometer. Sementara Muara Enim-Lahat-Lubuk Linggau panjangnya mencapai 125 kilometer.

 Baca Juga: Presiden Jokowi: Proyek Tol Banda Aceh-Sigli Lampaui Target

Sebelumnya telah ditandatangani PPJT ruas Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu yang dirancang sepanjang 95,8 kilometer, Jumat 15 Maret 2019.

Tol ini terdiri atas tiga seksi, yaitu Lubuk Linggau-Kepahiang sepanjang 54,4 kilometer, Kepahiang-Taba Penanjung sepanjang 23,7 kilometer, dan Taba Penanjung-Bengkulu sepanjang 17,6 kilometer. Investasi yang dibutuhkan untuk pembangunannya mencapai Rp33 triliun

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya