JAKARTA - Pelaku pasar modal merespons positif hasil hitung cepat (quick count) pilpres 2019 yang menunjukkan pasangan calon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul atas lawannya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Hal ini disebut Jokowi effect yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah menguat.
Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang menilai euforia dari keunggulan petahana hanya akan bertahan dalam satu bulan ke depan. Selebihnya investor akan memperhitungkan kinerja keuangan dari emiten-emiten.
Baca Selengkapnya: Seberapa Lama Jokowi Effect Bisa Bikin IHSG Setrong?
(Dani Jumadil Akhir)