JAKARTA – Pasca suksesnya penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) tahun ini yang berjalan damai dan aman, diyakini akan mendongkrak pasar properti dan hal ini menjadi kabar gembira bagi produsen keramik yang juga bakal kebanjiran permintaan pasar. Melihat peluang pertumbuhan tersebut, PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK) bakal melakukan penambahan line untuk meningkatkan kapasitas produksi dari saat ini 9,18 juta meter persegi menjadi 13,5 juta meter persegi pada 2020.
Direktur Utama Cahayaputra Asa Keramik, Johan Silitonga mengatakan bahwa perseroan berencana meningkatkan kapasitas produksi sebesar 47% menjadi 13,5 juta meter persegi pada 2020. Perseroan akan melakukan peningkatan kapasitas melalui investasi mesin dan gudang produksi. Maka atas rencana ini, perseroan menyiapkan alokasi dana sekitar Rp150 miliar yang berasal dari ekuitas sebesar 20% dan 80% lainnya dari pinjaman bank maupun suplier mesin. Selain itu, perseroan menetapkan belanja modal sebesar Rp30 pada tahun ini untuk peremajaan mesin agar efisiensi lebih tinggi."Capex Rp30 miliar untuk peremajaan mesin. Ini di luar penambahan line," ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Rabu (24/4/2019).
Baca Juga: IPO, Saham Cahayaputra Asa Turun 31% dan Jadi Top Losers
Lebih lanjut, emiten produsen keramik ini tidak membagikan dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2018. Laba bersih sepanjang tahun lalu menjadi laba ditahan yang digunakan untuk modal kerja. Pada 2018, perseroan mencetak laba bersih sebesar Rp13,30 miliar, naik signifikan dari laba tahun sebelumnya sebesar Rp2,92 miliar. Johan memperkirakan perseroan mulai dapat membagikan dividen kepada pemegang saham mulai 2021.
Sementara di kuartal pertama tahun ini, lanjutnya, perseroan berhasil mencatatkan kinerja positif. Dimana perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp84 miliar, naik 47% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp57 miliar. Adapun laba bersih yang dibukukan sebesar Rp6 miliar pada kuartal I/2019, naik 50% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4 miliar.