JAKARTA - Mengelola keuangan adalah hal penting yang seharusnya menjadi perhatian bagi setiap orang. Mereka yang tergolong generasi baby boomers rupanya terbilang bijak dalam hal itu.
Seperti apa cara baby boomers mengelola keuangan?
Menurut teori Graeme Codrington & Sue Grant-Marshall, terdapat setidaknya 6 kelompok generasi selama kurun waktu 100 tahun terakhir. Pertama adalah generasi tradisionalis yang terlahir pada tahun 1922 – 1945. Selanjutnya baby boomers yang terlahir pada tahun 1946 – 1964.
Lalu ada generasi X yang terlahir pada tahun 1965 – 1980 dan milenial yang terlahir pada tahun 1981 – 1994. Yang termuda adalah generasi Z (1995-2010) serta Alpha (terlahir setelah tahun 2010).
Baca Juga: Mau Liburan ke Thailand Tapi Gaji UMR? Bisa Kok, Ini Caranya
Generasi yang sering jadi bahan perbincangan adalah milenial. Generasi yang satu ini dikenal lebih mementingkan gaya hidup seperti travelling dan menunda memiliki rumah. Nah, milenial atau generasi lainnya bisa belajar dari generasi baby boomers dalam hal mengelola keuangan.
Mengapa Dinamakan Baby Boomers?
Melansir dari CekAja, Minggu (5/5/2019), seperti telah disebutkan, generasi baby boomers adalah kelompok orang yang lahir pada tahun 1946 – 1964. Mereka muncul tatkala tingkat kelahiran di seluruh dunia mengalami peningkatan, yaitu setelah Perang Dunia II berakhir. Di Amerika Serikat saja, ada hampir 77 juta bayi dilahirkan.
Pada tahun 1964, baru diperkenalkan pil pengontrol kehamilan yang kemudian populer di dunia. Hal inilah yang menghentikan fenomena ‘ledakan bayi’.
Baca Juga: Baru Kerja Mau Beli Motor? Ini Tipsnya
Sejarawan berpendapat, fenomena ‘ledakan bayi’ terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya yaitu banyak orang yang tertunda keinginannya memulai keluarga selama Perang Dunia II. Setelah perang usai, barulah banyak orang mewujudkan keinginan yang tertunda tersebut.
Faktor lain yaitu dorongan untuk menikah di usia yang lebih muda. Selain itu, ada rasa percaya diri bahwa era selanjutnya akan aman dan sejahtera. Memang, pada akhir tahun 1940-an dan 1950-an, terjadi peningkatan upah, perkembangan bisnis hingga peningkatan variasi dan kuantitas produk. Hal tersebut meningkatkan standar hidup di seluruh dunia.
Karakteristik Generasi Baby Boomers
Masa-masa ketika baby boomers lahir adalah masa-masa setelah perang berlalu. Kala itu, adalah saat untuk mempertahankan kemerdekaan dan menata ulang kehidupan. Karenanya, baby boomers punya karakter mandiri.
Dalam bekerja, generasi baby boomers sering disebut sebagai workaholic yang memegang teguh dedikasi dan loyalitas. Mereka adalah sosok pekerja keras, yang berjuang demi kesejahteraan keluarganya, terutama anak-anak mereka. Mereka tidak mau anak-anaknya merasa kesusahan.
Generasi baby boomers biasanya merupakan sosok pensiunan yang punya banyak uang. Alhasil, daya beli mereka tergolong tinggi. Jadi, meski mereka kurang akrab dengan teknologi digital, jangan sepelekan mereka ya!