JAKARTA – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange lebih tinggi pada akhir perdagangan 30 Mei 2019, karena kekhawatiran terus-menerus tentang gesekan perdagangan antara Amerika Serikat dengan China serta pertumbuhan ekonomi global yang lambat, mendorong pembelian aset-aset safe haven atau aset investasi dengan tingkat risiko rendah seperti logam mulia.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus naik USD6,1 atau 0,47%, menjadi menetap di USD1.292,4 per ounce, dilansir dari Antaranews, Jumat (31/5/2019).
Baca Juga: Harga Emas Antam Dibanderol Rp663.000/Gram
Harga emas juga didukung oleh greenback yang lebih lemah. Indeks dolar AS, yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,01% menjadi 98,12 pada pukul 17.30 GMT, sesaat sebelum penyelesaian perdagangan emas.
Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik karena emas yang dihargai dalam dolar AS, menjadi lebih murah bagi para investor yang menggunakan mata uang lainnya.