Kendati demikian, Sri Mulyani menekankan penyesuaian arah kebijakan moneter tersebut tetap merupakan wewenang BI. Oleh sebab itu, pihaknya akan menghormati keputusan Bank Sentral terkait kebijakan moneternya melalui instrumen suku bunga acuan maupun makroprudensial.
"Dua-duanya sangat membantu dalam mendorong perekonomian kita. Jadi kita lihat saja apa yang akan dilakukan oleh Pak Perry (Gubernur BI)," kata dia.
Adapun saat ini suku bunga acuan BI masih dipertahankan di level 6% sejak November 2018, dengan level terendah pada Mei 2018 sebesar 4,25%.
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo memberikan sinyal akan membuka ruang kebijakan moneter yang akomodatif. Arah kebijakan akomodatif tersebut akan diambil dengan memperhatikan sejumlah perkembangan, diantaranya kondisi pasar keuangan global dan stabilitas eksternal perekonomian domestik.
"Hal itu dilakukan dalam mempertimbangkan terbukanya ruang bagi kebijakan moneter yang akomodatif sejalan dengan rendahnya inflasi dan perlu dorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri," kata dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (10/6/2019).