JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan pidato visi Indonesia pada Minggu 14 Juli 2019. Meski sudah berlalu, isi pidato ini masih menarik untuk dibahas, salah satunya di sektor ekonomi.
Berbagai kalangan mencermati pidato Jokowi ini untuk pembangunan ekonomi periode 2019-2024, seperti Wakil Presiden ke-11 Indonesia Boediono hingga pengusaha.
Berikut fakta-faktanya seperti dirangkum Okezone, Sabtu (20/7/2019):
1. Jokowi Ingin Sambungkan Infrastruktur Besar ke Pedesaan
Presiden Jokowi bakal melanjutkan pembangunan infrastruktur pada periode kedua masa baktinya. Dia menegaskan, laju pembangunan infrastruktur besar-besaran dalam empat tahun terakhir tak akan berhenti.
Baca Juga: Boediono Cermati Pidato Jokowi: Pahit tapi Hasilnya Luar Biasa
Ke depan, Jokowi bilang, pembangunan akan dilanjutkan dengan lebih cepat. Tidak hanya itu, infrastruktur besar yang sudah dibangun seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara, akan disambungkan dengan kawasan-kawasan produksi rakyat
Tak hanya itu, Jokowi ingin dampak pembangunan berbagai infrastruktur tersebut juga dirasakan para petani hingga petambak. Karena itu, ketersambungan menjadi perhatian yang ditekankan Jokowi.
2. Pembangunan Sumber Daya Manusia
Pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan. Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah.
Baca Juga: KEIN Sebut Pidato Jokowi Beri Angin Sejuk untuk Iklim Investasi
Menyoroti pentingnya vocational training dan school. Membangun lembaga Manajemen Talenta Indonesia. Dukungan kepada Diaspora yang bertalenta tinggi
3. Mengundang Investasi Seluas-luasnya
Investasi dalam rangka membuka lapangan pekerjaan. Jangan ada yang alergi terhadap investasi. Penghambat investasi, perizinan, pungli, harus dipangkas.
4. Pangkas Reformasi Birokrasi
"Tolong ini dicatat karena kecepatan melayani, kecepatan memberikan izin, menjadi kunci bagi reformasi birokrasi kita. Akan saya cek sendiri! Akan saya kontrol sendiri! Begitu saya lihat tidak efisien atau tidak efektif, saya pastikan akan saya pangkas, copot pejabatnya," kata Jokowi