Dia mengaku ketika menjadi Cowgirls, ada beberapa calon pembeli pria yang datang untuk membeli sapi sekaligus menggoda dan mengajak jalan untuk kencan, namun dengan senyum secara sopan sisi menolak ajakan tersebut. Dia memilih bekerja secara profesional mungkin.
"Kalau yang begitu "godain" ada sih beberapa tapi saya profesional aja kerjanya, bagi saya masih wajar sih kalau cuma goadain aja. Tinggal gimana kitanya aja menolak dengan sopan," ungkapnya.
Pesona SPG dalam penjualan hewan kurban, menurut wanita yang single ini sebenarnya sangat membantu, buktinya sejak di buka dua pekan lalu 21 juli 2019 sudah sebanyak ratusan sapi terjual. Karena di mall hewan kurban ini ada berbagai macam jenis sapi yang dijajakan di antaranya sapi Kupang, Wagyu hingga Limosin.
"Pesona bisa jadi daya tarik penjualan hasilnya lumayan membantu. Karena penjualan menggunakan SPG itu penting, bisa membantu pembeli dan bisa menjelaskan dengan detail jadi pembeli tidak terabaikan," imbunya.
Untuk harga, Sisi menututkan jika sapi-sapi di Mall Hewan Kurban milik H Doni sangat bervarisi di mulai harga belasan juta hingga ratusan juta. Selain itu faktor kesehatan pun sangat diutamakan sehingga tidak ada sapi-sapi yang sakit ketika digunakan untuk beribadah.
"Harganya dari paling murah jenis sapi Kupang harga Rp14 juta, paling mahal kita Limosin sama Wagyu harganya sekitar Rp150 juta sampai Rp200 jutaan dengan bobot paling rendah 1,5 ton. Untuk Limosin udah banyak yang laku. Ada juga kambing jenis Borr persilangan dengan kambing Afrika, harganya mulai Rp2 juta- Rp10 juta," pungkasnya.
(Feby Novalius)