Fakta Menko Luhut Pertanyakan Mati Lampu, Nomor 5 Soal Keterlibatan Swasta

Yohana Artha Uly, Jurnalis
Sabtu 17 Agustus 2019 06:08 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)
Share :

3. Menko Luhut Panggil Plt Dirut PLN Sripeni Bahas Soal Pemadaman Listrik

Pertemuan kedua pihak itu, terjadi pada Rabu, 14 Agustus 2019 yang berlangsung selama dua jam. Kata Luhut, pembahasan fokus pada kondisi mati listrik (blackout) yang terjadi belasan jam.

Luhut menuturkan, PLN saat ini sudah memiliki rencana agar tidak terjadi lagi blackout. PLN juga secara internalsedang melakukan audit guna mengetahui penyebab listrik mati tersebut.

"Sekarang kan sedang diaudit semua, dilihat apa salahnya," kata dia.

4. Menko Luhut Sebut Jokowi Marah ke PLN Hal yang Wajar

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera melakukan kunjungan ke Kantor Pusat PLN pada Senin, 5 Agutus 2019, untuk mendapatkan penjelasan langsung dari perusahaan pelat merah itu, terkait padamnya listrik.

Dalam kesempatan itu Jokowi nampak menunjukkan rasa kesalnya pada PLN.

Saat meninggalkan pergi mimik wajah Jokowi nampak datar dan tanpa tersenyum. Tinjauannya hanya sebentar dari sekitar pukul 08.50 WIB hingga pukul 09.10 WIB. Saat meninggalkan lokasi, mimik wajah Jokowi terlihat datar dan tanpa tersenyum.

"Bapak Ibu semuanya kan orang pintar-pintar apalagi urusan listrik dan sudah bertahun-tahun. Apakah tidak dihitung, tidak dikalkulasi kalau akan ada kejadian-kejadian, sehingga kita tahu sebelumnya. Kok tahu-tahu drop. Artinya pekerjaan yang ada tidak dihitung tidak dikalkulasi,” kata Jokowi saat itu.

Baca Juga: Terungkap Isi Percakapan Hangat Menko Luhut dan Pangeran UEA di Mobil

Menanggapi kunjungan yang dilakukan Jokowi tersebut, Menko Luhut pun menyebut, amarah yang disampaikan Jokowi itu adalah hal yang sangat wajar.

"Saya pikir kalau tadi Presiden agak marah itu sangat pantas," kata dia Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Senin (5/8/2019).

Menurutnya, dalam Jokowi juga meminta untuk dilakukan evaluasi mendasar pada perusahaan energi listrik plat merah tersebut. Bahkan, Jokowi mengarahkan kepemimpinan PLN harus diisi pihak yang memang paham teknologi.

"Tadi Presiden sudah memerintahkan evaluasi, harus ada evaluasi mendasar. Dalam hal ini, tidak boleh PLN dipimpin oleh orang yang mengerti masalah finance (keuangan) saja, harus balik dipimpin orang yang ngerti mengenai masalah teknologi," ujar Luhut.

5. Menko Luhut Minta PLN Serahkan Proyek ke Swasta

Luhut meminta PLN untuk tidak terlalu terlibat dalam banyak pembangunan listrik. Menurutnya, harus memberikan kesempatan kepada pihak swasta untuk masuk ke sektor listrik.

"Saya ingin, PLN lebih efisien. Terus kemudian jangan terlalu banyak dulu terlibat dalam pembangunan listrik, biarkan saja private sector (swasta) yang lebih masuk. Seperti 51% harus untuk Indonesia Power yang proyek Waste to Energy. Jadi konsolidasi saja dulu, biarkan private sector main," ujar dia, Rabu (14/8/2019).

Baca Juga: Menko Luhut Sebut Lelang Ikan Online Permudah Nelayan

Dia menuturkan, proyek Waste to Energy sudah hampir 18 tahun tidak beres-beres. Dia juga meminta agar PLN jangan terus-menerus melakukan investasi, perlu ada batasan.

"Jadi yang penting kerjakan prioritasnya mereka saja," kata dia.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya