JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatat kekurangan perumahan atau backlog di Bengkulu dalam jumlah yang besar. Kondisi itu harus bisa diatasi.
Untuk itu, BTN melihat Bengkulu bisa disentuh dengan program sejuta rumah, salah satunya dengan KPR Mikro.
"Saya melihat perekonomian di Bengkulu masih bisa ditingkatkan dan kita bisa bantu perumahannya," kata Direktur Utama BTN Maryono dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (19/8/2019).
Baca Juga: BTN Bakal Salurkan Kredit Baru Rp7,2 Triliun
BTN mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp251,04 triliun pada semester I-2019. Angka tersebut tumbuh 18,78% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 211,35 triliun pada Juni 2018.
Penyaluran kredit perseroan ditopang kredit perumahan yang mencatatkan kenaikan di posisi 19,72% (yoy) menjadi Rp173,61 triliun. Segmen kredit perumahan ditopang naiknya penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi menjadi Rp90,75 triliun pada Juni 2019 atau naik 27,55% (yoy). KPR Non Subsidi BTN pun naik 13,08 persen (yoy) menjadi Rp 74,39 triliun per Juni 2019.
Baca Juga: Pemilu Usai, Bos BTN Yakin Semester II-2019 Lahan Subur bagi Properti
Sementara itu, BTN siap mendorong pertumbuhan ekonomi di Bengkulu agar bisa lebih maju lagi, salah satunya melalui pengembangan sentra-sentra ekonomi agar masyarakat tambah sejahtera.
"Kita melihat Bengkulu ini sebetulnya daerah yang penuh dengan sejarah, subur, meski masih banyak yang belum diproduktifkan. Hal ini karena letak demografinya yang agak berbeda. Maka pembangunan infrastruktur itu penting," katanya.
Menurut Maryono, pembangunan Bengkulu yang masih tertinggal dengan daerah lainnya, disebabkan berjauhan dengan infrastruktur misalnya Trans Sumatera kemudian jalan tol. Melihat hal tersebut, maka BUMN punya pemikiran untuk mendorong pembangunan agar bisa mengejar ketertinggalan dari daerah-daerah lainnya.
"Kita buat sentra-sentra yang produktif, kita buat sementara fasilitas penunjang, maka sebagai bagian dari BUMN," terangnya.
Langkah ini, lanjut dia, diharapkan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat bisa lebih produktif, sehingga masyarakat tidak kehilangan waktu untuk mencari air, karena adanya fasilitas air bersih dan MCK.
"Waktu masyarakat bisa lebih efektif digunakan untuk bekerja, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya," katanya.
Tahap kedua, Maryono mengungkapkan, Bank BTN akan memberikan masukan bagaimana masyarakat bisa memproduktifkan tanah-tanah yang dimiliki misalnya tanaman apa yang dapat dikembangkan. "Ini perlu adanya suatu pembinaan-pembinaan," ujarnya.
(Dani Jumadil Akhir)