Harga Emas Terus Naik, Harus Beli atau Jual?

Yohana Artha Uly, Jurnalis
Jum'at 30 Agustus 2019 06:24 WIB
Harga Emas Terus Naik, Harus Jual atau Beli? (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Harga emas terus menunjukkan tren kenaikan. Tercermin dari emas Antam yang mencatatkan rekor tertingginya di harga Rp774.000 per gram.

Adanya tren kenaikan harga emas, tentu membuat keinginan untuk menjual emas yang dimiliki guna mengambil untung. Namun apakah benar saat ini waktu yang tepat untuk menjual emas?

 Baca Juga: Naik Rp5.500, Harga Emas Antam Menuju Rekor Baru

Ternyata tidak. Analis PT Garuda Berjangka Ibrahim menilai, saat ini bahkan waktu yang tepat untuk membeli emas. Menambah koleksi dari instrumen investasi satu ini.

Dia menjelaskan, emas menjadi pilihan aset tidak berisiko (safe haven) di tengah memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Investor berlomba-lomba mengamankan dananya di instrumen emas, membuat harga emas mengalami peningkatan,

 Baca Juga: Harga Emas Naik Dipicu Ketidakpastian Perang Dagang AS-China

Maka, melihat relasi perdagangan kedua negara yang masih terus menegang, dipastikan harga emas akan terus mengalami kenaikan kedepannya. Hal ini menjadi potensi untuk membeli emas, bukan malah menjual emas.

"Emas itu sebagai salah satu safe haven. Ini masih cukup positif untuk emas, kedepan harganya masih akan lanjut menguat," ujarnya kepada Okezone, Jumat (30/8/2019).

 

Dia menyatakan, saat ini emas Antam memang mengalami penurunan dari posisi tertingginya di lusa kemarin. Menurutnya, ini hal yang wajar mengingat kondisi global memang ditengah ketidakpastian.

Meski demikian, melihat kondisi perang dagang yang diperkirakan masih akan terus berlanjut, maka nilai emas bakal terus meningkat.

Ibrahim bahkan menekankan, ketika nilai emas sedang turun dari posisi tertingginya saat ini, maka sangat tepat untuk membeli.

"Jadi ini kesempatan bagi investor untuk bisa melakukan pembelian di harga terendah. Emas di tahun 2019 ini memang sangat berkilau sekali harganya," jelasnya.

 

Ibrahim menjelaskan, selain perang dagang antara AS dan China, harga emas kedepannya turut dipengaruhi sejumlah kondisi global lain. Di antaranya, soal keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Semenanjung Korea, serta penurunan suku bunga acuan oleh seluruh bank sentral saat merespons pelemahan ekonomi global.

"Ini yang akan menyebabkan orang-orang beralih ke safe haven, salah satunya emas," ungkap dia.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya