Memang lanjut Endang, pada tahun lalu juga pemerintah tidak melakukan APBNP. Namun, saat itu kuota FLPP yang diberikan oleh pemerintah sangat besar dan bahkan lebih besar dibandingkan tahun ini.
"Kalau tahun kemaren itu enggak ada APBNP tapi tersedia banyak. 225.000 tambah 58.000 283.000 sedangkan realisasi 260.000. Mungkin seharusnnya yang SSB jangan di cut sampe 100.000," ucapnya.
Selain itu lanjut Endang, saat ini tren penjualan rumah subsidi juga sedang tinggi-tingginya. Bahkan dirinya memperkirakan tren ini akan terus naik pada tahun depan hingga menyentuh angka 290.000
"Pasarnya kuat kalo tidak kekurangan saya prediksi 290.000," ucapnya.
(Rani Hardjanti)