JAKARTA - Pengumuman kabinet akan segera dilakukan setelah Joko Widodo dilantik menjadi Presiden 2019-2024 pada 20 Oktober nanti. Hingga saat ini, susunan kabinet pun masih tertutup rapat.
Menanggapi hal tersebut, Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan, hal ini cukup memengaruhi investor. Menurutnya, mereka justru lebih memerhatikan hal ini dibandingkan hasil Pemilihan Presiden waktu lalu.
Baca juga: Sst..Ini Bocoran 'Susunan Kabinet' dari Menteri Sofyan Djalil
"Yang lebih penting adalah pengumuman menteri secara teknis pada tanggal 20 Oktober nanti," jelasnya, Jakarta, Jumat (11/10/2019).
Dia berharap susunan kementerian pada kabinet terbaru nantinya 80-90% diisi oleh profesional. Termasuk yang berasal dari akademisi, birokrat, ataupun peĺaku usaha.
"Jadi bukan didominasi oleh kepentingan partai politik jangka pendek," ujarnya.
Baca juga: Dikabarkan Jadi Menteri Jokowi Lagi, Ini Tanggapan Sofyan Djalil
Bhima berpendapat bahwa saat ini lebih dibutuhkan kredibilitas dari tim ekonomi. Terutama, track record, serta komunikasi yang baik.
Sementara itu, terkait posisi menteri keuangan yang saat ini dijabat Sri Mulyani, Bhima menilai bahwa kedekatan sosok Sri Mulyani dengan pasar, menyebabkan keberadaannya masih diharapkan oleh investor.
Menurutnya, sosok yang akan menggantikan Sri Mulyani nantinya memiliki beban yang cukup berat. Ia pun menyatakan harapannya terkait posisi Sri Mulyani pada kabinet mendatang.
"Disarankan ya, posisi Sri Mulyani mungkin tidak di menteri keuangan lagi, bisa jadi menempati (posisi) menteri koordinator perekonomian, yang sifatnya koordinasi," tutur Bhima.
(Fakhri Rezy)