Sementara itu, Kementerian PUPR akan menugaskan kontraktor swasta/BUMN untuk melakukan penanganan keadaan darurat dan rehabilitasinya. Mereka telah merencanakan renovasi Pasar Wouma seluas 740 m2 dengan menugaskan kontraktor pelaksana dari PT. Nindya Karya dan Konsultan PT. Virama Karya.
Selain itu, Jokowi juga telah memerintahkan untuk merehabilitasi rumah warga maupun rumah toko (ruko) yang rusak akibat kerusuhan. Menurutnya, perbaikan rumah warga akan dikerjakan secara swakelola atau kerja sama melibatkan Zeni TNI AD agar lebih cepat dan aman.
"Kita ingin semuanya dikerjakan cepat, agar ekonomi juga bergerak kembali normal. Saya kira itu yang kita harapkan di Wamena. Bukan hanya ekonomi di Wamena dan sekitarnya, kita harapkan di Tanah Papua juga sama. Saya mengecek beberapa tempat di Papua Barat, di Wamena, semua akan normal kembali," jelas Presiden Jokowi.
Sementara itu, untuk rehabilitasi kantor Bupati Jayawijaya juga akan dikerjakan oleh Kementerian PUPR. Hingga saat ini, menurut Presiden Jokowi perbaikan tersebut masih dalam proses. "Yang penting cepat dikerjakan, anggarannya dari Kementerian PUPR," lanjutnya.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian PUPR bersama TNI AD akan melakukan rehabilitasi di Wamena agar penanganannya lebih cepat dan memiliki kualitas mutu yang baik. Dari hasil identifikasi di lapangan, sebanyak 6 kantor Pemerintahan mengalami rusak berat dan 8 lainnya rusak ringan.
Adapun diantaranya merupakan Kawasan Kantor Bupati Jayawijaya. Kemudian, Kantor Pemerintahan lainnya yang rusak berat adalah Kantor Badan Lingkungan Hidup, PLN, KUA dan Kantor Dinas Perhubungan. Selain kantor Pemerintahan, menurut hasil identifikasi sebanyak 18 sarana pendidikan, 403 ruko, dan 183 unit rumah warga mengalami rusak berat.
(Dani Jumadil Akhir)