Menteri Bambang berharap, percontohan inti plasma ini dapat dilakukan di wilayah lain. Dengan meluasnya percontohan inti plasma ini, diharapkan swasembada minyak kayu putih dapat terwujud. Dia juga berharap agar penelitian tentang kayu putih tidak hanya berhenti di sektor hulu, tetapi juga merambat ke diversifikasi produk kayu putih, seperti untuk produk makanan dan kecantikan, sehingga industri kayu putih benar-benar terbangun dari hulu hingga hilir.
Baca Juga: Mentan: Sudah Dialihfungsikan, Tetap Akan Dihitung Lahan Sawah
Peneliti BBPBPTH KLHK Anto Rimbawanto mengatakan, pertimbangan utama dalam riset pemuliaan kayu putih ini adalah rendahnya produktivitas minyak kayu putih nasional. Tumbuhan kayu putih di Tanah Air hanya mampu memasok 15% dari kebutuhan bahan baku industri obat-obatan dan farmasi dalam negeri.
"Akibatnya, kekurangan pasokan sebesar 85% dipenuhi dari impor minyak substitusi berupa minyak ekaliptus. Dan perlu kami sampaikan, bahwa kebutuhan bahan baku minyak kayu putih untuk industri obat kemasan dalam negeri tercatat mencapai lebih dari 3500 ton per tahun," tutur Anto.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)