Maskapai Minta Harga Avtur Disamakan, Ini Perbedaan di Tiap Bandara

Fabbiola Irawan, Jurnalis
Minggu 29 Desember 2019 06:22 WIB
Ilustrasi Avtur. (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA – Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) meminta pemerataan harga avtur yang bertujuan untuk memberikan harga yang lebih kompetitif.

Harga avtur ini disebut-sebut menjadi biang kerok dari tingginya harga tiket pesawat. Walaupun pemerintah sudah memberikan diskon 50% untuk penerbangan murah alias Low Cost Carrier (LCC).

Baca Juga: Demi Avtur Satu Harga, Kilang Pengolahan Harus Dikebut

Oleh karena itu, Okezone merangkum fakta dibalik permintaan maskapai-maskapai di Indonesia untuk menyamaratakan harga avtur, Minggu (29/12/2019):

1. INACA Sambagi Kemenko Perekonomian

Indonesia National Air Carriers Association (INACA) atau Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia meminta pemerataan harga avtur kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Ketua Umum INACA Denon B Prawiraatmadja mengatakan harga avtur yang ditawarkan kepada operator penerbangan harus lebih kompetitif.

"Jadi avtur ini nanti diharapkan ada pemerataan baik di wilayah Indonesia Tengah, Timur, maupun di Barat," jelasnya setelah bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Baca Juga: Seperti BBM, Maskapai Penerbangan Minta Avtur Satu Harga

2. Harga Avtur Lebih Kompetitif

Tujuan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) meminta adanya pemerataan harga avtur untuk memberikan harga avtur lebih kompetitif.

3. Beri Keadilan di Wilayah Timur

Menurut Ketua Umum INACA Denon B Prawiraatmadja, bandara-bandara di wilayah timur saat ini masih memiliki perbedaan harga avtur yang cukup tinggi. Maka itu, pemerintah harus mengkaji untuk bisa menyamaratakan harga avtur seperti halnya program BBM Satu Harga.

"Saat ini masih dalam kajian Kemenko bidang Perekonomian. Nanti kita lihat apakah beberapa di bandara khususnya timur yang disparitas harganya cukup tinggi, ini akan menjadi kajian," paparnya.

4. Harga Avtur dari Barat ke Timur Jauh Bervariasi

Melansir Pertamina Aviation, Jumat (27/12/2019), harga avtur di Bandara Soetta sebesar Rp8.010 per liter dan sudah termasuk biaya antar.

Adapun harga avtur di Bandara Achmad Yani, Semarang Rp 9.370 per liter (termasuk biaya antar). Selanjutnya harga avtur di Bandara Juanda, Surabaya Rp 8.860 per liter (termasuk biaya antar).

Beda dengan harga avtur di Sumatera yang dijual Rp9.570 per liter di Bandara Internasional Minangkabau. Kemudian di Bandara Hang nadim Batam, avtur dijual Rp9.300 per liter (termasuk biaya antar) dan Rp 9.700 per liter (termasuk biaya antar) di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Jika harga avtur di pulau Ibu Kota Negara (IKN) yang baru, Bandara Supadio, Pontianak, harga avtur dijual dengan harga Rp9.840 per liter (sudah termasuk biaya antar). Lalu pindah ke Bandara Sepinggan, Balikpapan avtur dijual dengan harga Rp9.280 per liter (termasuk biaya antar).

Di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Avtur dijual dengan harga Rp9.040 per liter (termasuk biaya antar). Kemudian, Bandara Internasional Lombok avtur dijual dengan harga Rp9.990 per liter (termasuk biaya antar).

Berpindah ke Pulau Sulawesi tepatnya di Bandara Hasanuddin, Makassar avtur dijual Rp9,570 per liter (termasuk biaya antar). Sementara di Bandara Sam Ratulangi, Manado Rp8,056 per liter (termasuk biaya antar). Sedangkan di Bandara Deo Sorong avtur dijual dengan harga Rp8.704 per liter (termasuk biaya antar).

"Avtur harga tiap provinsi harganya beda-beda. Itu juga jadi masalah," kata Pengamat penerbangan Arista Atmadjati saat ditanya alasan mahalnya harga tiket pesawat

5. Tahun Depan Avtur Satu Harga

Ketua Umum INACA Denon B Prawiraatmadja berharap, permintaan mengenai pemerataan harga avtur di Indonesia dapat diimplementasikan tahun depan.

"Apabila cost komponennya bisa turun. Maka harga tarif tiket juga diharapkan bisa turun, sehingga bisa banyak membantu masyarakat," katanya.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya