JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut nilai tukar Rupiah sepanjang tahun 2019 terapresiasi sebesar 2,68%. Hal itu tak terlepas dari masuknya aliran modal asing (capital inflow) ke Indonesia sebesar Rp224,2 triliun sepanjang tahun lalu.
"Stabilitas eksternal juga terlihat di dalam pergerakan nilai tukar Rupiah yang sepanjang tahun 2019 mengalami apresiasi yang cukup besar, kurang lebih 2,68%," ujarnya di Kompleks Kantor Pusat BI, Jakarta, Jumat (3/1/2020).
Baca Juga: Rupiah Sore Ini Rp13.893/USD
Perry menyatakan, kurs Rupiah ditutup menguat pada level Rp13.880 per USD di penghujung tahun 2019. Hal ini membuat Rupiah menjadi salah satu mata uang yang menguat di Kawasan Asia.
"Ini membuat jadi nilai tukar yang terbaik. Kalau di Asia tentu saja (nilai kurs Rupiah) di bawah Thailand, tapi hampir sama dengan Filipina," imbuhnya.