Namun menurutnya, pengelolaan makro, keuangan dan situasi moneter Indonesia masih tetap terjaga, ditandai dengan daya tarik investasi Indonesia masih sangat besar di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kata dia, saat ini ada sekitar Rp708 triliun investasi yang pipelined atau siap masuk ke Indonesia.
Selain itu, lanjut Rizal, seiring dengan sejumlah kebijakan pemerintah untuk menarik investasi, kepercayaan kalangan investor dan pengusaha akhir-akhir ini semakin meningkat. Salah satunya terkait upaya pemerintah dalam penyederhanaan regulasi guna dorong investasi melalui RUU Omnibuslaw.
"Saat ini iklim investasi Indonesia dapat digambarkan sedang dikejar-kejar oleh investor di dalam maupun luar negeri dengan segala daya tariknya. Sedangkan kasus Jiwasaraya berurusan dengan nasabah dan aparat hukum," tutupnya.
(Feby Novalius)