JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana membawa dua perusahaan plat merah di sektor energi untuk garap proyek di Bangladesh. Adalah PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) yang disiapkan untuk bisa menggarap proyek pembangkit listrik atau power plant di Bangladesh.
Menurut Erick, saat ini pihaknya tengah melakukan review bersama pemerintah Bangladesh untuk melihat sektor mana saja yang bisa dikerjasamakan di luar perkeretaapian. Mengingat, kedua negara sedang fokus dalam pengembangan kerjasama di sektor lainnya.
Baca juga: Bawa Label Negara, Erick Thohir Ingatkan Direksi BUMN Jangan Semena-mena
"Kita juga sedang mereview kerjasama Indonesia dengan Bangladesh mengenai pembangunan power plant di sana. Yaitu ada Pertamina dan PLN," ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (28/2/2020).
Menurut Erick, Bangladesh merupakan salah satu negara mitra yang memiliki hubungan cukup harmonis. Oleh karena itu dirinya berkeinginan agar kerjasama antara Bangladesh dan Indonesia tak hanya melulu soal bisnis pembangunan proyek.
"Namun, kita tidak hanya kerja sama business to business, tetapi kita mau juga kerja sama seperti training, dalam artean adalah individu-individu di Bangladesh, kita bantu supaya mereka bisa mandiri,” jelasnya.
Baca juga: Erick Thohir ke Swasta: BUMN Jangan Diakali
Menurut Erick, kerjasama bisnis sebenarnya sudah terjadi sejak lama khususnya di industri perkeretaapian. Di sektor ini, Indonesia dan Bangladesh sudah dimulai sejak 2005 dengan nilai kontrak kerjasamanya sudah mencapai USD181,5 juta.
"Ini bagian dari kita untuk mengembangkan industri perkeretaapian, namun tidak hanya fokus di dalam negeri, tetapi juga bisa menyuplai ke negara lain seperti Bangladesh,"kata Erick.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)