JAKARTA – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun hampir 5% pada perdagangan kemarin. Ini merupakan penurunan harian paling tajam sejak Juni 2013.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April kehilangan USD75,80 atau 4,61%, menjadi menetap di 1.566,70 dolar per ons.
Baca Juga: Kenaikan Harga Emas Tertahan Penyebaran Virus Korona
Emas adalah tempat berlindung yang aman bagi banyak investor selama sebulan terakhir karena gejolak yang terjadi akibat virus korona. Awal pekan ini, logam mulia mencapai kenaikan tertinggi selama tujuh tahun. Meningkatkan harapan bahwa mungkin ada kesempatan untuk memecahkan rekor tertinggi USD1.900.
Sedangkan untuk saham AS mengalami kemerosotan mingguan terburuk sejak krisis keuangan 2008. Dow turun 1,39% menjadi 25.409,36, dan S&P 500 turun 0,82% menjadi 2.954,22 karena pasar saham ditutup pada Jumat. Jika ekuitas membukukan kerugian tajam, emas biasanya naik, karena investor berbondong-bondong ke aset safe haven.
Baca Juga: Harga Emas Antam Makin Mahal, Kini Dijual Rp813.000/Gram
Namun, ketika investor membutuhkan uang tunai untuk menutupi kerugian mereka di pasar saham, investor akan berpaling dari emas dan harganya juga akan tertekan.
Melansir Xinhua, Sabtu (29/2/2020), kontrak perak paling aktif untuk pengiriman Mei turun USD1,278 atau 7,21% menjadi ditutup pada USD16,457 per ons. Platinum untuk pengiriman April turun USD40,80 atau 4,51% menjadi menetap di USD864,70 per ounce.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)