Sederet Fakta Detik-Detik Anjloknya IHSG hingga Alami Trading Halt

Vania Halim, Jurnalis
Sabtu 14 Maret 2020 11:09 WIB
Ilustrasi IHSG Melemah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah bahkan sempat terkena trading halt. Di mana IHSG setop di level 4.895.

Pada perdagangan Kamis 12 Maret 2020, pada pukul 15.33 WIB, IHSG melemah 258,36 poin atau 5,01% di 4.895,75. Hal ini dihentikan dengan keputusan OJK di mana, di mana pergerakan turun hingga 5% akan terkena trading halt.

Pada perdagangan sore ini, terdapat 39 saham menguat, 398 saham melemah, dan 80 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp5,21 triliun dari 5,02 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Okezone pun merangkum sederet fakta anjloknya IHSG, Sabtu (14/3/2020):

1. Trading Halt

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada sistem perdagangan di bursa efek pada Kamis 12 Maret 2020 pukul 15.33 waktu JATS.

“Dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 5,01%,” kata Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono .

2. Detik-Detik Trading Halt

Pada pukul 15.33 WIB, IHSG melemah 258,36 poin atau 5,01% ke level 4.895,75. Hal ini dihentikan dengan keputusan OJK di mana pergerakan turun hingga 5% akan terkena trading halt.

Berikut pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini sebelum terkena trading halt seperti dikutip data BEI, Jakarta, Kamis (12/3/2020):

IHSG dibuka melemah di level 5.032 namun langsung anjlok 3,6% ke level 4.965. Kemudian IHSG masih bergerak melemah ke level 4.963 pada pukul 10.53 WIB.

Jelang penutupan perdagangan sesi I, IHSG kembali ke level 5.015 pada pukul 11.50 WIB. IHSG siang akhirnya ditutup ke level 5.013 pada pukul 12.00 WIB.

Pada pembukaan sesi I, IHSG kembali turun ke level 4.998 pada pukul 13.30 WIB dan pada akhirnya IHSG terkena trading halt pada pukul 15.33 WIB karena turun 5% ke level 4.895.

3. BEI Beri Waktu 10 Menit untuk Post Trading

Mengutip keterangan BEI, Jakarta, Kamis (12/3/2020), Perdagangan akan dilanjutkan pada sesi post trading pukul 16.05 – 16.15 waktu Jats.

Seperti diketahui, pada pukul 15.33 WIB, IHSG melemah 258,36 poin atau 5,01% di 4.895,75. Hal ini dihentikan dengan keputusan OJK di mana, di mana pergerakan turun hingga 5% akan terkena trading halt.

Hal ini dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.

4. Investor Melakukan Aksi Jual Bersih Sebesar USD256,57 Miliar

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp256,57 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis.

Dengan demikian, total net sell yang telah dibukukan oleh asing sepanjang 2020 ini mencapai Rp7,2 triliun. Demikian mengutip statistik BEI, Kamis (12/3/2020).

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada sistem perdagangan di bursa efek pada Kamis 12 Maret 2020 pukul 15.33 waktu JATS.

Pada perdagangan 12 Maret 2020, terdapat 39 saham menguat, 398 saham melemah, dan 80 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp5,21 triliun dari 5,02 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

5. OJK Antisipasi Tekanan yang Tinggi

Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan trading halt tersebut sejalan dengan kebijakan OJK dan Bursa Efek Indonesia. Di mana telah diberlakukan awal pekan ini.

"Hal ini merupakan langkah antisipasi dalam hal terjadi fluktuasi yang tajam di pasar modal," ujarnya kepada Okezone, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Menurutnya, tekanan yang sangat tinggi dan fluktuasi tajam tidak hanya di pasar modal Indonesia. Akan tetapi, juga dialami market regional dan global.

"OJK akan terus mencermati dinamika pergerakan market baik domestik, regional maupun global," ujarnya.

6. Pembukaan 13 Maret 2020, IHSG Dibuka ke Level 4.671,92

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka merosot tajam pada perdagangan pagi ini. IHSG langsung turun 223,8 poin atau 4,5% ke level 4.671,92 pasca terkena trading halt pada sebelum penutupan perdagangan sore kemarin.

Mengawali perdagangan hari ini, Jakarta, Jumar (13/3/2020), terdapat 12 saham menguat, 213 saham melemah, dan 45 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp342,5 miliar dari 426,1 juta lembar saham yang diperdagangkan.

7. IHSG Kena Trading Halt Lagi, Bursa Saham Ditutup

Indeks Harga Saham Gabungan kembali terkena trading halt atau pemberhentian sementara pada perdagangan pagi ini. IHSG turun 245,1 poin atau 5,008% ke level 4.650,58.

Trading halt terjadi sekitar pukul 09.15 WIB setelah pasar dibuka. Pada pembukaan tadi pagi, IHSG juga anjlok 4,5% ke 4.671.

Saat IHSG kena trading halt, terdapat 25 saham menguat, 292 saham melemah dan 51 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp1,12 triliun dari 1,29 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Hal ini dihentikan dengan keputusan OJK di mana, di mana pergerakan turun hingga 5% akan terkena trading halt. Jika terjadi situasi tersebut di lantai bursa, maka BEI akan melakukan tindakan sebagai berikut:

1. Trading halt selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan hingga lebih dari 5% (lima perseratus);

2. Trading halt selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 10% (sepuluh perseratus);

3. Trading suspend apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 15% dengan ketentuan.

8. Turun Lagi 5,02% ke 4.649

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada jeda perdagangan siang ini terperosok lebih dalam. IHSG turun 245,78 poin atau 5,02% ke level 4.649,97.

Pada jeda sesi I perdagangan siang hari ini, Jakarta, Jumat (13/3/2020), terdapat 38 saham menguat, 359 saham melemah, dan 72 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp3,24 triliun dari 3,71 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

9. OJK Minta Investor Tak Panik

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengatakan, investor diminta untuk tidak panik dalam menghadapi anjloknya pasar saham ini. Sebab pemerintah bakal terus menjaga fundamental ekonomi agar pasar saham bisa stabil.

"Saya imbau kepada pengusaha terutama yang punya portofolio di pasar global tidak perlu ikut-ikutan panik," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2020)

Menurutnya, penyebab turunnya indeks di Indeks Harian Saham Gabungan (IHSG) lebih karena adanya sentimen negatif akibat melemahnya pergerakan di pasar modal dunia. Hal ini juga imbas dari wabah virus Korona yang sudah menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia.

"Jadi kalau penyebab turunnya indeks di pasar modal lebih karena sentimen negatif. Pasar modal di seluruh dunia juga saling berkaitan. Jika satu turun, itu akan melebar ke mana-mana, termasuk Indonesia," kata Wimboh.

10. Emiten Sudah Buyback Saham

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menyebutkan aturan relaksasi buyback tidak bisa langsung menyelamatkan IHSG. Pasalnya keputusan melakukan buyback kembali kepada emiten masing-masing dan tidak dilakukan secara serempak.

"Jadi, tak bisa langsung buyback, terus buyback semua. Tak bisa dong. Kan itu keputusan ada di masing-masing. Namun begitu dirasa murah pasti buyback lah," ujar dia di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan, sampai saat ini memang sudah ada beberapa emiten yang melakukan buyback. Dirinya akan mengungkapkan deretan emiten yang sudah melakukan buyback sore ini.

"Kita akan data dulu nanti sore. Baik sifatnya BUMN maupun non BUMN," ungkap dia.

11. Usai Tenggelam, IHSG Berhasil Menguat ke 4.907,58

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil di zona hijau setelah tenggelam karena dampak virus Korona. IHSG ditutup menguat 11,82 poin atau 0,24% ke 4.907,58.

Pada penutupan pekan ini, Jakarta, Jumat (13/3/2020), terdapat 132 saham menguat, 283 saham melemah, dan 102 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp8,8 triliun dari 7,63 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya