Pegawainya Meninggal karena Covid-19, Pegadaian Kehilangan Sosok Pekerja Keras

Giri Hartomo, Jurnalis
Jum'at 03 April 2020 10:12 WIB
Ilustrasi Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

JAKARTA - PT Pegadaian (Persero) mengucapkan duka cita atas berpulangnnya putra terbaiknya. Dia merupakan salah seorang karyawan Divisi Strategic Human Capital (SHC) Kantor Pusat Jakarta yang diduga meninggal karena Covid-19 pada Rabu 1 April 2020.

"Kami semua kehilangan sosok seorang pekerja keras yang selama ini bekerja dengan dedikasi tinggi. Kabar meninggalnya beliau tentu sangat mengejutkan kami semua, mengingat saat terakhir bekerja pada Rabu, 18 Maret 2020 yang bersangkutan masih tampak sehat,” ungkap Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian (Persero) R. Swasono Amoeng Widodo, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/4/2020).

Amoeng menambahkan, seluruh keluarga besar Pegadaian ikut berduka atas meninggalnya salah seorang putra terbaik di perusahaan.

Baca Juga: Naik 12%, Pegadaian Cetak Laba Bersih Rp3,1 Triliun

Terkait dengan Covid-19, Amoeng menjelaskan Pegadaian sudah berusaha untuk mengurangi risiko karyawan terkena Covid-19 dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh melalui vaksinasi influenza secara bertahap sesuai ketersediaannya. Vaksinasi influenza untuk tahap pertama diberikan kepada seluruh karyawan baik tetap maupun outsource yang berada di Kantor Pusat dan Kantor Wilayah Jakarta serta kantor layanannya.

Menurut Amoeng, sejak 19 Maret 2020 manajemen sudah menerapkan sistem kerja dari rumah (Work From Home/WFH), dan hingga sekarang 90% dari karyawan di Kantor Pusat sudah melakukan WFH. Bahkan sejak isu Covid-19 merebak, PT Pegadaian sudah membentuk gugus penanganan Covid-19 di tingkat pusat dan wilayah, dikenal dengan command centre penanggulangan covid-19.

Baca Juga: Baliho Emas Batangan Raksasa Gegerkan Warga Jakarta

Tugas utama command center tersebut melakukan aktivitas meliputi preventif, kuratif, BCM (Business Continuity Management), mengkomunikasikan baik kepada internal maupun eksternal, serta selalu memperbaharui informasi status ODP, PDP, suspect Covid-19.

“Khusus di kantor pusat, kami telah melakukan protocol Covid-19 dengan aktivitas kegiatan sbb : tanggal 16 Maret 2020, command centre sudah meminta seluruh unit kerja di kantor pusat untuk disinfektan setiap dua atau tiga hari sekali. Tanggal 17 Maret 2020, telah dilakukan sosialisasi Covid19 untuk semua divisi,” papar Amoeng.

Di tingkat nasional, tugas command centre adalah meng-update data karyawan yang statusnya ODP, PDP, dan suspect. Data tersebut secara periodik juga dilaporkan kepada Kementerian BUMN dan setiap harinya Pegadaian melakukan update kondisi terkini melalui meeting video conference. Di unit layanan, kantor wilayah di Jakarta sudah mengurangi jam operasional kantor cabang induk, menutup sementara unit kecil pelayanan cabang. Tujuannya adalah menerapkan social dan physical distancing.

“Kami juga berusaha menyediakan sarana prasarana standar Covid-19 seperti hand sanitizer, thermal gun, masker, serta sarung tangan di semua outlet layanan.” Karena kebijakan di atas, lanjut Amoeng, bilamana nasabah ingin bertransaksi disarankan untuk memaksimalkan penggunan Aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS). “Di tengah suasana duka ini, kami akan melakukan tracing terhadap karyawan yang mungkin sempat berinteraksi dengan almarhum, untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19. Selanjutnya akan dirujuk ke rumah sakit untuk dapat melakukan rapid test,” katanya.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya