JAKARTA - Kementerian Perindustrian mengakui pandemi Covid-19 berdampak terhadap industri automotif di tanah air. Kendati demikian, Kemenperin memastikan produk dan suku cadang kendaraan bermotor masih tersedia dan cukup memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.
Baca Juga: Lawan Covid-19, Industri Automotif Diminta Produksi Ventilator
“Walaupun ada pabrikan automotif yang terganggu produksinya akibat Covid-19, kami memastikan ketersediaan produk dan suku cadang kendaraan bermotor, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor,” kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Putu Juli Ardika dilansir dari laman Kemenperin, Rabu (8/4/2020).
Putu mengemukakan, dampak wabah Covid-19 sangat dirasakan oleh industri automotif nasional. Hal ini dapat dilihat dari penurunan permintaan kendaraan bermotor di Indonesia.
Baca Juga: Dampak Covid-19, Harga Bahan Baku Industri Automotif Jadi Lebih Mahal
“Jumlah penjualan kendaraan roda empat atau lebih pada bulan Januari 2020 sebesar 80,4 ribu unit atau turun sebesar 1,1% dari periode sebelumnya, kemudian bulan Februari 2020 sebesar 79,5 ribu unit atau turun sebesar 3,1% dari periode sebelumnya,” ungkapnya.
Di samping itu, masalah lainnya yang dihadapi industri automotif nasional adalah pasokan bahan baku dan komponen terutama dari negara-negara yang menerapkan kebijakan lockdown. Hal ini membuat industri manufaktur kendaraan bermotor dipaksa mencari alternatif sumber bahan baku dan komponen untuk mempertahankan produksi.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)