JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) mencatat dibutuhkan dana sebesar Rp280 triliun untuk menyelesaikan seluruh pembangunan Tol Trans Sumatera. Salah satu upaya perseroan untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut, di antaranya dengan menerbitkan obligasi dalam denominasi dolar AS atau Global Bonds.
Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo mengatakan, sebenarnya tidak hanya menerbitkan global bonds, penerbitan surat utang di dalam negeri juga sudah dilakukan. Hanya saja, untuk melanjutkan proyek Tol Trans Sumatera dibutuhkan pendanaan yang luas.
"Kita butuh dana Rp280 triliun. Jadi kita harap tidak dari sumber dalam negeri, tapi bisa dari luar negeri seperti global bonds," ujarnya, dalam telekonferensi, Selasa (5/5/2020).
Baca Juga: Hutama Karya Gunakan Dana Hasil Global Bonds untuk Lanjutkan Proyek Tol Trans Sumatera
Dia mengatakan, dengan capex Rp280 triliun dapat menyelesaikan 2.765 kilometer (Km) Tol Trans Sumatera. Di mana nilai pengerjaan proyek jalan tergantung dengan topografi wilayahnya.
"Kalau tanah datar itu biaya murah, tapi kalau tanah rawa dan nanti akan tembus terowongan di Bukit Barisan jadi lebih mahal," ujarnya.
Sementara itu, Wakil DIrektur Utama Hutama Karya Aloysius mengatakan, proses penerbitan global bond sudah dibahas selama 3 bulan. Di mana dalam surat utang yang diterbitkan ini, Hutama Karya menawarkan imbal hasil (yield) 3,8%.
"Dana hanya untuk digunakan pada pembangunan tol di Sumatera. Ini dananya untuk capex yang sesuai aturan yang berlaku. IIntinya ini untuk melanjukan Tol Trans Sumatera," ujarnya.
(Feby Novalius)