Guna menutupi kerugiannya, Girun yang juga seorang petani ini mengalihkan produksi lahan kopi miliknya ke sawi dan labu siam.
"Saya alihkan ke pertanian labu siam dan sawi supaya tidak semakin rugi. Alhamdulillah untuk labu siamnya mulai panen sehari ada 10 kilogram, dengan per kilogramnya dijual Rp7.000 ke Pasar Karangploso," jelasnya.
Girun pun berharap ada insentif bantuan dari pemerintah melalui dinas terkait, kepada pelaku pertanian kecil seperti dirinya, supaya tetap bisa hidup di tengah pandemi corona.
"Sejauh ini belum ada bantuan apapun ke petani seperti saya. Semoga ada bantuan minimal untuk meringankan modal tanam," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)