Serangan Virus Corona, Rupiah Melemah 15,8%

Taufik Fajar, Jurnalis
Senin 11 Mei 2020 10:06 WIB
Rupiah Melemah (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak bak roller coaster. Sempat berada di level Rp14.000-an per USD pada awal Februari 2020, Rupiah kemudian melemah ke level Rp16.500-an per USD pada Maret 2020.

Bahkan, pelemahan Rupiah ini dibandingkan dengan krisis ekonomi 1998. Pelemahan Rupiah karena terdampak pandemi virus corona

Baca Juga: Sri Mulyani: Tak Ada Satu Negara Pun Siap Hadapi Corona

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, nilai tukar Rupiah mengalami eskalasi sangat tinggi. Tercatat, pada Februari, nilai tukar berada pada Rp14.318 per USD. Namun memasuki pekan kedua Maret terjadi pelemahan ke Rp14.778 per USD.

"Dan terus berlanjut sampai 23 Maret level Rp16.575 per USD atau pelemahan 15,8% dibandingkan bulan sebelumnya," kata Sri Mulyani dalam telekonferensi rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Jakarta, Senin (11/5/2020).

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Virus Corona Ciptakan Ketidakpastian Bahkan Kepanikan

Namun, kini Rupiah memasuki tren menguat. Bahkan, Bank Indonesia (BI) optimistis Rupiah bisa menguat dan bergerak di level Rp15.000 per USD. Saat ini, Rupiah pada Mei 2020 bergerak menguat ke level Rp14.900 per USD.

Sri Mulyani menjelaskan, dalam kondisi berbagai indikator keuangan yang alami gejolak, maka pemerintah memerlukan berbagai langkah cepat dan extraordinary terutama dikaitkan dengan langkah penanganan covid19.

"Dan juga penyebarannya dan dampak sosial eknomi dan stabilitas keuangan," ujarnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya