JAKARTA - Kebutuhan dan perdagangan batu bara di pasar internasional pada 2020 diperkirakan mengalami penurunan karena adanya pandemi Covid-19.
Saat ini, Indonesia juga sedang melakukan penjajakan untuk melakukan ekspor ke beberapa negara berkembang lainnya.
"Penjajakan pasar ekspor batu bara ke negara-negara berkembang lainnya, seperti Vietnam, Bangladesh, dan Pakistan," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi seperti dilansir situs resmi Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/6/2020).
Baca Juga: Produksi Batu Bara RI 228 Juta Ton, Setara 42% dari Target
Selain itu, akan melakukan peningkatan efisiensi rantai suplai batu bara negara importir batubara serta melakukan direct contract atau direct shipping ke negara-negara importir.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi produksi batu bara tahun 2020 hingga bulan Mei mencapai 228 juta ton. Sementara realisasi penggunaan batubara untuk kepentingan domestik (Domestic Market Obligation/DMO) mencapai 53,55 juta ton.
Baca Juga: Harga Batu Bara Turun, Kementerian ESDM: Stok di India dan China Tinggi
Realisasi produksi batu bara, masih sesuai dengan target, serta diproyeksikan akan mampu memenuhi target produksi nasional tahun 2020 sebesar 550 juta ton.
(Dani Jumadil Akhir)