JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terus melakukan reformasi di tubuh perusahaan pelat merah. Salah satu buktinya adalah dengan melakukan bongkar pasang pada jajaran direksi BUMN.
Menurut Erick Thohir, kebijakan bongkar pasang direksi dilakukan dengan mekanisme yang tepat. Dirinya menyaring sosok dan figur terbaik untuk membuat perusahaan pelat merah ini semakin baik kinerjanya.
Baca juga: Jamkrindo Dapat Suntikan Modal Rp3 Triliun, Untuk Apa?
"Saya memilih direksi tidak memiliki kepentingan pribadi. Hal-hal ini yang kita lakukan memenag kita lakukan good govermence," ujarnya dalam acara Manager Forum MNC Group bertajuk “Peran BUMN dalam Pemulihan Ekonomi Post Covid-19 & Corporate Business Update”, Kamis (25/6/2020).
Manager Forum ini berlangsung secara virtual dengan dihadiri Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT).
Baca juga: PNM Minta Tambahan Rp1,5 Triliun ke Erick Thohir, Buat Apa Sih?
Oleh karena itu, Erick Thohir menyebut pergantian direksi ini juga tidak ada kaitannya dengan kepentingan pribadi. Karena dirinya tidak memilih berdasarkan perasaan suka dan tidak suka pada seseorang tersebut.
"Direksi ini saya punya alasan bukan karena like or dislike. Kalau itu percuma saya ada program akhlak tapi kalau saya sebagai menterinya pilih-pilih," jelasnya.
Baca juga: Bank Himbara Dapat Rp30 Triliun, Erick Thohir Pastikan Pemulihan Ekonomi Berjalan Baik
Selain itu lanjut Erick, tidak semua direksi diisi oleh orang luar BUMN. Erick selalu memprioritaskan talenta-talenta terbaik dari talent pool Kementerian BUMN. Salah satu contohnya adalah pemilihan Direksi di PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
Sementara itu, di sisi lain Erick Thohir juga menarik beberapa direksi dari luar lingkar BUMN. Salah satu yang terbaru adalah ditunjuknya Presiden BukaLapak sebagai Direktur Digital Business di PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk beberapa waktu lalu.
"Saya melihat talent pool dalam Pelindo I, II dan III dalam semua mereka bisa bikin strategj Pelindo ke depan. Khususnya buat contoh pemindo dan strategi yang sama dan penambahan dari luar retalif," kata Erick.
Mantan Bos Inter Milan ini juga menyebut tidak semua fireksi dilakukan perombakan. Sebut saja seperti Nicke Widyawati yang masih dipertahankan untuk menjadi Direktur Utama PT Pertamina (Persero).
"Tidak semua direksi saya ganti seperti Nicke yang masih saya pertahankan karena dia kemampuannya yang bagus untuk Pertamina," kata Erick.
(Fakhri Rezy)