Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 BUMN Sepakat Kebut Hilirisasi Mineral Kritis, Siap Pasok Bahan Baku ke Industri

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Rabu, 15 Juli 2026 |13:55 WIB
4 BUMN Sepakat Kebut Hilirisasi Mineral Kritis, Siap Pasok Bahan Baku ke Industri
BUMN (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Empat badan usaha milik negara (BUMN) sepakat memperkuat kolaborasi dalam pengembangan industri material maju (advanced materials) sebagai bagian dari percepatan hilirisasi mineral nasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat rantai pasok industri strategis sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral di dalam negeri.

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID, PT LEN Industri (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan PT Perminas (Persero) dalam forum Danantara's Advanced Materials Industry Dialogue: From Minerals to Manufacturing yang diselenggarakan Danantara Indonesia di Jakarta.

Melalui kerja sama tersebut, keempat BUMN akan mengoptimalkan pasokan mineral kritis (critical minerals) dan material maju untuk memenuhi kebutuhan industri strategis domestik. Sinergi itu juga mencakup pengembangan teknologi bersama guna mempercepat terbentuknya industri material maju berskala besar di Indonesia.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, kolaborasi ke empat BUMN itu diarahkan untuk mendukung sejumlah sektor prioritas, antara lain industri kendaraan listrik, dirgantara, maritim, komponen dasar, pertahanan, serta ketenagalistrikan. Penguatan sektor hilir diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan hanya mengandalkan ekspor bahan mentah.

"Sudah saatnya Indonesia naik kelas dalam rantai nilai material maju. Indonesia diberkahi dengan kekayaan mineral yang luar biasa, mulai dari nikel, bauksit, tembaga, timah, hingga rare earth," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (14/7/2026). 

Rosan mengatakan, komoditas tersebut merupakan bahan baku utama bagi industri masa depan seperti baterai kendaraan listrik, semikonduktor, pertahanan, dan energi bersih.

Namun, selama ini sebagian besar nilai tambah justru dinikmati negara lain karena Indonesia masih mengekspor bahan mentah, sementara produk olahannya diimpor kembali dengan nilai yang jauh lebih tinggi. Karena itu, hilirisasi dinilai menjadi agenda strategis untuk memperkuat struktur industri nasional sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement