JAKARTA - Untuk mengurangi kebutuhan tomat impor berjenis tomat beef, kelompok tani muda dan mandiri asal Cibodas Lembang, Bandung Barat menanam varitas tomat berkualitas impor. Tomat beef ini biasanya digunakan untuk konsumsi kebutuhan restoran cepat saji di sejumlah kota besar di Indonesia.
Kelompok tani yang melakukan penamaman tomat beef di Lembang, Bandung Barat ini, diprakarasi kelompok tani Macakal.
Baca Juga: Kisah Petani Milenial, Covid-19 Bikin Penjualannya Meroket 150%
Menurut Ketua kelompok tani Macakal, Triana Atri, kelompok taninya telah menaman tomat beef ini sudah sejak tiga tahun lalu. Masa tanam tomat sendiri 75 hari dengan sistem tumpang sari.
"Tomat beef kualitas impor kami tanam untuk memenuhi kebutuhan tomat, yang selama ini masih kita impor," kata Triana Atri dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020).
Baca Juga: Petani Milenial RI Baru 29%, Regenerasi Mutlak Dilakukan
Triana Antri yang juga petani sukses mengekspor baby bunchis ke Singapura optimis suatu saat tomat beef lokal dapat menekan dan mengurangi impor tomat. "Di awal kelompok tani kita masih menanam di lahan 1 hektare dan berhasil," ungkap Antri.
Menurut Atri, tomat beef ini merupakan tomat pelapis untuk burger dan biasa disajikan di restoran cepat saji terkenal di Tanah Air. Harga jual tomat beef senilai Rp14.000 per kilogram (kg) dengan kualitas premium dan eksklusif.
"Kita coba dengam sayuran-sayuran eksklusif dengan standar harga jual kualitas terbaik," kata Antri.
Sementara itu, kondisi wabah Covid-19 ini, menurutnya petani Lembang secara umum berdampak, terkait harga jual namun petani Lembang masih bisa bertahan. "Tidak terlalu terpukul meski ada dampaknya," kata Triana Antri.
(Dani Jumadil Akhir)