JAKARTA - SoftBank Group akhirnya membukukan laba bersih sebesar USD12 miliar atau Rp177 triliun (mengacu kurs Ro14.800 per USD). Hal ini menjadi kabar gembira mengingat, perusahaan ini mengalami kerugian pada tahun fiskal terakhir sebesar USD13 miliar atau Rp192 triliun.
Mengutip dari CNBC, Rabu (12/8/2020), angka tersebut didapat dari reli saham teknologi dan perusahaan yang sempat melepaskan aset untuk menopang keuangannya. Perusahaan telekomunikasi dan investasi raksasa asal Jepang itu mengatakan laba bersihnya naik 11,9% dari tahun sebelumnya menjadi 1,26 triliun yen atau setara dengan USD12 miliar dalam tiga bulan hingga Juni lalu.
Baca Juga: Investasi Gagal, SoftBank Rugi Rp251,3 Triliun
SoftBank Vision Fund, yang melaporkan kerugian USD18 miliar tahun lalu atau Rp266 miliar. Sedangkan keuntungan investasi tercatat sebesar USD2,8 miliar untuk kuartal ini atau Rp41,4 triliun.
Kinerja Vision Fund semakin didukung oleh daftar pasar saham baru di perusahaan rintisan asuransi rumah AS Lemonade, yang didukung SoftBank dengan USD300 juta atau Rp4,4 triliun sekarang bernilai lebih dari USD1 miliar atau Rp14,81 triliun.
SoftBank juga menaikkan harga sahamnya dengan rencana pembelian kembali saham. Pada bulan Maret, perusahaan mengatakan akan menjual aset senilai USD41 miliar atau Rp607 triliun untuk membeli kembali saham perusahaan dan mengurangi utang.