Dia menilai uang masyarakat Indonesia masih cukup banyak akibat dari pandemi virus corona atau Covid-19. Di mana banyak warga yang mampu tak melakukan umroh, berobat dan berwisata ke luar negeri.
"Duit di kita cukup banyak karena yang umrah kan tidak ada. Lalu orang yang biasa berobat di Singapura dan Malaysia, kan tidak berobat. Kalau kita hitung bisa puluhan triliun, atau miliar dolar (jumlahnya)," kata Luhut.
Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didin Junaedi mengatakan jumlah wisatawan lokal yang berkunjung ke Pulau Bali masih belum terlihat adanya lonjakan yang signifikan. Hal tersebut karena adanya jarak tempuh yang lama saat hendak transaksi di dalam bandara.
“Domestik itu masih ribet kalau mau check-in di airport. Paling tidak dari rumah ke airport saja membutuhkan waktu 3-4 jam. Kemudian juga protokol kesehatan, ini salah satunya penyebab orang malas juga pergi ke Bali,” kata Didin dalam acara Market Review di IDX Channel, kemarin.
(Fakhri Rezy)