Harga Emas Lesu saat Dolar AS Menguat Tajam

Safira Fitri, Jurnalis
Kamis 20 Agustus 2020 09:02 WIB
Harga Emas (Shutterstock)
Share :

NEW YORK - Harga emas melemah pada perdagangan Rabu (19/8/2020) waktu setempat. Hal ini membuat harga emas kembali di bawah USD2.000 per ons.

Penurunan emas dikarenakan aksi jual dolar selama 5 sesi dihentikan sementara. Selain itu, Bank Sentral AS, Federal Reserve menyampaikan keprihatinan mengenai masa depan ekonomi.

 Baca juga: Harga Emas Global Melonjak hingga Kembali ke Level USD2.000/Ons

Melansir CNBC, Jakarta, Kamis (20/8/2020), harga emas di pasar spot turun 1,6% ke USD1.968,84 per ons. Sedangkan, emas berjangka AS turun 1,7% ke USD1.979,2 per ons.

"Dolar bergerak naik melawan beberapa resistensi yang sangat kuat dan kami akan membutuhkan sinyal yang kuat dari The Fed untuk melihat gelombang tekanan jual berikutnya yang akan menghantam dolar," kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

 Baca juga: Harga Emas Berjangka Naik 2,51% di Tengah Lemahnya Obligasi Treasury AS

Risalah Fed menunjukkan FOMC percaya bahwa virus corona kemungkinan akan terus menghambat pertumbuhan ekonomi. Selain itu, Corona berpotensi menimbulkan bahaya bagi sistem keuangan.

Langkah-langkah stimulus yang meluas dan lingkungan suku bunga rendah mendorong harga emas ke puncak sepanjang masa pada 7 Agustus, tetapi emas batangan telah mengurangi kenaikan sejak itu.

Emas juga tertekan ketika seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan tagihan bantuan virus korona yang lebih kecil senilai sekitar USD500 miliar dapat dicapai, dibandingkan dengan antara USD1 triliun dan USD3 triliun yang sebelumnya diharapkan.

Dolar bergerak naik, menghentikan penurunan yang membawanya ke level terendah lebih dari dua tahun pada hari Selasa, sementara indeks ekuitas S&P 500 bertahan di dekat rekor tertinggi.

Di tempat lain, perak turun 1,2% menjadi USD27,30 per ons. Platinum turun 2% menjadi USD937,03 dan paladium turun 1,5% menjadi USD2.156,78.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya