JAKARTA – Pemerintah menggeser cuti bersama Lebaran ke akhir tahun. Bagi yang mau berlibur, bisa mempersiapkan keuangannya sedari sekarang.
Menurut Perencana Keuangan dari OneShildt Budi Rahardjo, rekreasi atau liburan termasuk ke dalam kebutuhan tersier dalam keuangan keluarga. Artinya bila memutuskan liburan atau menabung, situasinya kembali pada keuangan keluarga masing-masing.
Baca Juga: Bantuan Karyawan Rp600.000 Cair, Enaknya Dipakai untuk Apa Ya?
“Boleh dilakukan apabila tidak mengganggu kebutuhan yang lebih primer atau utama dan keuangan selama ini tidak banyak terganggu akibat adanya pembatasan sosial selama pandemi," katanya, Jakarta, Selasa (25/8/2020).
Menurutnya, keluarga tetap perlu memprioritaskan kebutuhan rumah tangga sesuai kaedah dasarnya, baik saat pandemi maupun tidak. Bilapun ingin rekreasi dapat dianggarkan dengan budget sekitar 5% dari pendapatan.
Dirinya juga memberikan beberapa tips jika ingin melaksanakan liburan tanpa menguras kantong. Liburan harus direncanakan sebagai salah satu pengeluaran tahunan seperti pengeluaran pajak kendaraan dan rumah, Hari Raya dan sebagainya.
Baca Juga: Dear Korban PHK, Berikut Tips Mengelola Pesangon agar Tak Cepat Habis
Kemudian uang untuk pengeluaran tersebut dianggarkan ke dalam rekening terpisah sebagai rekening liburan dan rekreasi, sehingga dapat mengakumulasi pengeluaran tersebut.
"Dengan demikian kita dapat mengakumulasi pengeluaran liburan ini dengan menabung secara berkala jika dananya diambil dari penghasilan rutin bulanan atau diakumulasi sebagian dari penghasilan tahunan seperti dari THR atau bonus." tuturnya.
(Feby Novalius)